Ketua PC PMII Pacitan Ajak Warga Jadikan Tradisi Ronthek Gugah Sahur Ajang Kerukunan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

17 Mar 2024 16:11

Thumbnail Ketua PC PMII Pacitan Ajak Warga Jadikan Tradisi Ronthek Gugah Sahur Ajang Kerukunan
Rontek Gugah Sahur yang menghantui masyarakat Kabupaten Pacitan, lantaran acap kali berpotensi tawuran. (Foto: Acir for Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Tradisi ronthek sahur kembali menggema di berbagai sudut Kabupaten Pacitan, Jawa Timur selama memasuki bulan Ramadan 1445 Hijriah.

Menanggapi hal itu, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan, Riko Andi Prastyawan, mengajak seluruh penggiat ronthek sahur untuk menjadikan tradisi ini sebagai ajang persatuan dan kerukunan, bukan perpecahan.

"Selain bulan ini adalah bulan penuh berkah (ramadan). Pun, mengaca kejadian tahun lalu sempat terjadi bentrokan antar kelompok Ronthek gugah sahur, dugaan adanya provokasi," ujar Riko, Minggu, (17/3/2024).

Sejatinya, tradisi ini bertujuan baik, yakni membangunkan warga untuk sahur dengan cara kreatif dan menghibur, sayangnya tak jarang diwarnai bentrok antar kelompok. Bahkan, hingga menimbulkan korban luka-luka.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Bulan suci ini tak hanya menjadi momen untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat persatuan dan kerukunan bangsa," ungkapnya.

"Jangan sampai di bulan suci ini ternodai dengan adanya pertikaian. Kan tradisi ini memiliki tujuan baik, yakni sebagai pengingat warga terkait waktu santap sahur sudah mulai dekat," sambungnya mengajak.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Riko mengapresiasi penggiat rontek setiap desa, yang setiap malamnya Istiqomah melaksanakan tradisi dengan tertib, kondusif dan tak menimbulkan pertikaian.

"Mari kita jadikan tradisi ronthek sahur ini sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan antar warga," sambungnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Pihaknya mengingatkan bahwa ramadan menjadi momen penting untuk merekatkan kembali persatuan dan kerukunan. Apalagi di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks.

"Momen pasca gelaran Pemilu 2024 ini, sepatutnya ramadan jadi ajang untuk mempersatukan kembali umat Muslim maupun non-Muslim, khususnya warga Pacitan," sambungnya.

Sebagai pengingat, pergeseran tradisi dari semula positif menjadi negatif alias bentrok, tentunya tak hanya mengganggu suasana ramadan yang damai, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan warga.

Hal itu berbanding terbalik dengan nuansa bulan suci yang kental dengan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Benar adanya, bahwa bulan suci merupakan ajang untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama.

Dengan semangat Ramadan, diharapkan nilai-nilai persatuan dan kerukunan dapat terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan damai.

"Pacitan akur, Rontek gugah sahur tanpa tawur. Murih lestari budaya kang luhur," pungkas Ketua Riko mengacu jargon Rontek yang beredar. (*)

Baca Sebelumnya

5 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Berkarier di TNI hingga Jadi Dokter Umum RSIA Puri Bunda Malang

Baca Selanjutnya

STMJ Pangsud Kota Madiun, Solusi Penghangat Tubuh di Malam Hari

Tags:

pacitan Rontek PMII Pacitan Tradisi Ramadan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H