Jaga Gizi Keluarga, Ayah di Pacitan Sukses Budidaya Ikan Tawar Skala Rumahan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

4 Apr 2025 15:05

Thumbnail Jaga Gizi Keluarga, Ayah di Pacitan Sukses Budidaya Ikan Tawar Skala Rumahan
Guntur Irawan saat menunjukkan hasil panennya ikan patin di kolam sederhana di belakang rumah, Jumat, 4 April 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Siapa sangka, berawal dari sekadar hobi menangkap ikan di empang, Guntur Irawan, warga asal Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, kini sukses menjadi pembudidaya. 

Sejatinya, ayah dua anak itu lebih dikenal di dunia koperasi sebagai pekerjaan utama.

Namun ternyata, tangannya yang jago mencatat neraca keuangan juga lincah mengaduk pakan ikan dan mengontrol kualitas air kolam.

“Awalnya beli bibit buat hiasan, eh malah keterusan,” selorohnya sembari menangkap lele dari kolamnya yang kini penuh sesak oleh ribuan ikan, Jumat, 4 Maret 2025.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Meski tak punya lahan luas, Guntur tak patah arang.

Sekitar tahun 2008 silam, ia memulai dari ember-ember ukuran sedang sebelum akhirnya membangun kolam permanen berukuran sekitar 6 x 2 meter.

Foto Guntur Irawan

Dengan 2000-an benih ikan sekali tebar. Untuk pakan, ia mengeluarkan sekitar Rp300 ribu per tiga bulan—investasi kecil untuk pasokan protein berkualitas bagi keluarga.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

“Kalau dihitung-hitung ketimbang beli ke pasar, lebih murah budidaya sendiri,” imbuhnya.

Kini, ikan nila, patin, gurame, hingga lele tumbuh subur nan gemuk di kolam belakang rumahnya dan siap panen setiap 3-5 bulan.

“Ikan itu mudah gemuk, asal pengelolaan airnya bagus dan makannya cukup,” kata Iwan sapaan akrab Guntur Irawan dengan santai.

Tapi agak berbeda, kepala keluarga itu tak mengejar cuan layaknya peternak ikan lain. Ia justru lebih fokus pada manfaat gizi bagi keluarga.

Baginya, anak dan istrinya sehat itu sudah lebih dari cukup.

“Kan kalau mau makan ikan tinggal serok di pekarangan. Keluarga bisa dapat protein setiap hari,” ujarnya bangga. 

Foto Guntur Irawan

Ilmu budidayanya pun diberikan cuma-cuma kepada lingkungan sekitar.

Yang akhirnya, inspirasi itu menular ke tetangga untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya ikan.

“Nggak perlu langsung besar, yang penting mulai dulu. Ternak ikan seperti ini dapat menjadi senjata ampuh melawan stunting keluarga,” pesannya kepada siapa pun yang ingin mencoba.

Diketahui, budidaya ikan di Kabupaten Pacitan saat ini terbilang masih tertinggal jauh dibandingkan daerah lain. Jauh dari potensi maksimal yang bisa dicapai.

Data Dinas Perikanan Pacitan menunjukkan, dari total sekitar 170 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), budidaya ikan di wilayah setempat hanya menghasilkan sekitar 1.400 ton per tahun atau rata-rata 100 ton per bulan.

Hal itu menandakan peluang budidaya ikan di Pacitan masih terbuka lebar. (*)

Baca Sebelumnya

Longsor Cangar Tewaskan 10 Orang, Ini Tanggapan Gubernur Khofifah

Baca Selanjutnya

Kabupaten Bandung Menatap ke Depan di Kepemimpinan Kang DS Periode Kedua

Tags:

pacitan Budidaya Ikan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H