KETIK, PACITAN – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr. Darsono Pacitan serentak mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 RSUD itu diikuti ratusan nakes dengan berbagai jenis pemeriksaan.
Mulai dari pemeriksaan fisik dan pertumbuhan seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga Indeks Massa Tubuh (IMT).
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan tekanan darah untuk mendeteksi risiko hipertensi.
Pemeriksaan laboratorium dasar seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat juga menjadi bagian dari layanan.
Tak hanya itu, peserta juga menjalani pemeriksaan fungsi indra meliputi penglihatan dan pendengaran, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
Sejumlah skrining spesifik turut dilakukan, di antaranya tuberkulosis (TBC), kesehatan jiwa, fungsi hati, hingga perilaku merokok.
Sesi pemeriksaan mata dan telinga dalam cek kesehatan gratis di ruang pertemuan lantai 3, Rabu, 22 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Dinkes dalam menyukseskan program nasional tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kadinkes beserta jajaran yang sudah melaksanakan pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG) yang merupakan program nasional," kata dr. Johan, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, upaya preventif ini sangat bermanfaat bagi nakes, karena tenaga kesehatan juga perlu memastikan kondisi kesehatannya tetap prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ratusan tenaga kesehatan RSUD dr. Darsono Pacitan tampak mengantre untuk mengikuti cek kesehatan gratis di ruang pertemuan lantai 3, Rabu, 22 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
dr. Johan menjelaskan, melalui kegiatan ini pihaknya dapat melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, sehingga bisa segera dilakukan penanganan maupun tindak lanjut yang diperlukan.
"Harapannya, dengan adanya pemeriksaan ini, kami bisa mengetahui status kesehatan masing-masing tenaga kesehatan secara lebih menyeluruh. Memastikan kondisi nakes tetap prima melayani masyarakat," pintanya.(*)
