Cerita Semringah Keluarga Pasien usai Operasi Empedu di RSUD dr. Darsono Pacitan

Editor: Al Ahmadi

9 Apr 2026 13:08

Thumbnail Cerita Semringah Keluarga Pasien usai Operasi Empedu di RSUD dr. Darsono Pacitan
Widodo saat mendorong kursi roda mendampingi ibunya, Jumi menjalani kontrol pasca operasi empedu di RSUD dr. Darsono Pacitan, Kamis, 9 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Pengalaman menjalani operasi acapkali membuat cemas keluarga pasien. 

Namun hal itu tidak sepenuhnya dirasakan Widodo (50), warga Dusun Tambakan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pacitan saat mendampingi ibunya berobat di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan.

Ibunya, Jemi (70), baru saja menjalani operasi sekitar satu minggu lalu di Poli Bedah RSUD karena sakit batu empedu menahun yang di deritanya. 

Sebelumnya, ibu Jumi merasakan sakit terus-menerus di perut kanan atas yang menjalar ke punggung dan bahu.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Kini kondisinya berangsur membaik dan tengah menjalani kontrol pertama.

Syukur Widodo, utamanya adalah karena operasi ibunya berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

“Yang penting ibu saya bisa ditangani dengan baik dan sekarang kondisinya membaik. Ini juga berkat tenaga medis yang sudah berupaya,” ucap Widodo mendampingi ibunya di RSUD Pacitan kepada Ketik.com, Kamis, 9 April 2026..

Foto Widodo saat mendampingi ibunya kontrol di RSUD dr. Darsono Pacitan

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Ia menceritakan, sejak awal masuk hingga proses operasi berlangsung, penanganan berjalan cukup lancar. 

Pelayanan yang diterima dinilai baik dan responsif.

“Pelayanannya ya bagus, penanganannya juga,” katanya.

Widodo juga menilai sikap dokter yang menangani ibunya cukup santun, sehingga membuat keluarga merasa lebih tenang selama proses pengobatan berlangsung.

“Dokternya ramah, bagus juga. Perawatan juga bagus, kamar juga bagus,” imbuhnya.

Selama menjalani perawatan, Jemi menggunakan layanan BPJS Kesehatan. 

Widodo pun mengaku terbantu karena tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, tanpa merasakan adanya perbedaan pelayanan.

“Alhamdulillah gratis, pelayanannya juga tidak ada perbedaan,” ucapnya.

Saat ini, Jemi menjalani kontrol pasca operasi untuk memastikan kondisi kesehatannya. 

Jika tidak ada keluhan lanjutan, kontrol tersebut menjadi yang terakhir.

Widodo berharap kondisi ibunya terus membaik dan tidak perlu menjalani perawatan lanjutan.

Pengalaman serupa disampaikan Sugi (44), warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, yang mengantar ayahnya, Katman (68), berobat di Poli Paru karena asma.

Sampun sae (sudah baik),” ujarnya singkat saat ditanya pelayanan di RSUD Pacitan.

Sebagai pengguna BPJS, Sugi juga menilai pelayanan yang diberikan tidak dibedakan.

Terkait adanya antrean, ia memahami adanya hal tersebut dikarenakan tingginya jumlah kunjungan.

“Kalau antri ya lumrah juga, karena banyak,” jelasnya.

Ia pun tidak mempermasalahkan waktu tunggu selama pelayanan dilakukan secara teliti oleh tenaga medis.

“Enggak juga (mengeluh), karena dokter harus menyelesaikan pasien satu-satu dan dicek betul. Kami memahami, di tempat praktek atau klinik swasta saja juga butuh antre,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Golden Ticket Unesa 2026: Jalur Prestasi Tanpa Tes, Bisa Kuliah Gratis hingga 8 Semester

Baca Selanjutnya

Kecamatan Cijaku Raih Juara I Musrenbang Award 2027 di Lebak

Tags:

RSUD dr Darsono Pacitan operasi empedu pasien BPJS Pelayanan rumah sakit pacitan Poli Bedah

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H