PMII Pacitan Minta Polisi Terbuka Terkait Penyidikan Dugaan Korupsi yang Seret 14 Saksi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

28 Nov 2025 16:26

Thumbnail PMII Pacitan Minta Polisi Terbuka Terkait Penyidikan Dugaan Korupsi yang Seret 14 Saksi
Massa yang tergabung dalam organisasi PMII Pacitan saat menggelar aksi di jalanan Pacitan, 17 November 2025 lalu. (Foto: PMII for Ketik)

KETIK, PACITAN – Pengurus Cabang (PC) PMII Pacitan angkat bicara terkait penyelidikan dugaan kasus korupsi yang tengah ditangani kepolisian setempat baru-baru ini.

Organisasi mahasiswa tersebut meminta aparat kepolisian bersikap terbuka dan mempercepat proses penanganan agar tak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.

Ketua Bidang Advokasi PMII Pacitan, Ihsan Efendi, menyampaikan bahwa publik saat ini membutuhkan kejelasan mengingat isu tersebut sudah berkembang luas di masyarakat.

“Publik menunggu kepastian. Kami meminta Polres Pacitan membuka perkembangan penyidikan secara berkala agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat,” ujar Ihsan Efendi, Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga:
Tilep Duit Rp239 Juta, Kades Bandar Pacitan MW Jadi Terlapor Kasus Korupsi

Ihsan Efendi menyampaikan bahwa lambatnya perkembangan informasi resmi dari penyidik berpotensi menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

“Kami menghargai kerja penyidik, tapi transparansi tetap diperlukan. Masyarakat bertanya-tanya sejauh mana proses berjalan dan siapa pihak yang diduga terlibat,” kata Ihsan.

Dia juga menilai bahwa penyidik perlu memperkuat aspek akuntabilitas dalam setiap tahapan proses hukum, terlebih karena perkara tersebut disebut melibatkan banyak pihak dan berpotensi merugikan keuangan negara dengan jumlah yang besar.

“Kalau memang sudah ada 14 orang yang diperiksa, berarti kasusnya berjalan serius. Tapi jangan sampai penanganannya tertutup. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum,” tambahnya.

Baca Juga:
Bhabinkamtibmas di Pacitan Dilaporkan ke Propam, Diduga Aniaya Istri

Jika memang ada indikasi kuat, tambahnya, Polres dan Polda harus segera menetapkan tersangka. 

"Jangan sampai prosesnya berlarut karena bisa mengurangi kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Pihaknya meminta polisi mengungkap nilai kerugian negara serta memastikan tidak ada intervensi politik dalam proses penyelidikan.

“Jika nanti ada kerugian negara, harus jelas berapa nilainya dan siapa yang bertanggung jawab. Terlebih adanya potensi intervensi politik juga,” ungkap Ihsan.

Mereka meminta negara hadir dengan tegas dalam pemberantasan korupsi, terutama di daerah, mengingat dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

PMII Pacitan menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau kasus ini dan siap melakukan advokasi publik bila diperlukan.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal integritas pemerintahan daerah. Kami ingin memastikan Pacitan bersih dari praktik tindak pidana korupsi,” tambahnya.

Terakhir, PMII Pacitan berharap gelar perkara lanjutan di Polda Jawa Timur segera menghasilkan kejelasan mengenai arah penanganan kasus tersebut.

“Kami menunggu langkah konkret. Jika ada pihak yang bersalah, harus ditindak tegas. Jika tidak, penyidik juga harus menjelaskan ke publik supaya tidak ada prasangka yang berkembang,” tutup Ihsan.(*)

Baca Sebelumnya

Pak Purnomo Polisi Baik Hadiahi Umroh Petugas KAI yang Kehilangan Pekerjaan Gara-gara Botol Tumbler

Baca Selanjutnya

Indra Sjafri Panggil 23 Pemain Timnas Indonesia U-23, Ada Marselino Ferdinan

Tags:

PMII Pacitan Korupsi Pacitan Polres Pacitan Penyelidikan Tipikor pemerintahan Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H