PMII Geruduk BPBD, Sebut Pacitan Masih Tak Siap Hadapi Gempa Megathrust

Editor: Al Ahmadi

26 Feb 2026 18:33

Thumbnail PMII Geruduk BPBD, Sebut Pacitan Masih Tak Siap Hadapi Gempa Megathrust
Ketua PMII Pacitan, Sunardi saat audiensi dengan BPBD Pacitan, soal rekomendasi kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Dok. PMII Pacitan for Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Isu gempa megathrust yang mengintai selatan Jawa tak lagi dianggap angin lalu.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan mendatangi kantor BPBD Pacitan, Kamis, 26 Februari 2026, untuk mengecek kesiapan pemerintah menghadapi potensi bencana besar.

Audiensi berlangsung terbuka. PMII datang dengan sederet pertanyaan, mulai dari pembaruan peta mitigasi, kejelasan jalur evakuasi, hingga kesiapan sistem peringatan dini jika gempa besar benar-benar mengguncang.

Ketua PMII Pacitan, Sunardi, menegaskan bahwa Pacitan berada di zona rawan sehingga tidak boleh setengah hati dalam urusan mitigasi.

Baca Juga:
BRI Kotapinang Gandeng Damkar Labusel Latih Karyawan Antisipasi Kebakaran

“Ancaman megathrust itu nyata, jelas ini tinggal menunggu waktu. Tapi soal fasilitas, teknologi hingga sumber daya manusia (SDM) kami nilai belum benar-benar siap,” sebutnya.

Hal itu, tambahnya, bisa dilihat dari minimnya edukasi kebencanaan yang menyentuh masyarakat pesisir. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami jalur evakuasi, titik kumpul aman, hingga prosedur penyelamatan diri saat gempa dan tsunami terjadi.

“Kalau gempa besar terjadi malam hari, listrik padam, sirine tak berbunyi, harus lari ke mana? Itu pun banyak masyarakat yang belum tahu,” ujarnya.

Foto Ketua PMII Pacitan, Sunardi saat menyerahkan nota tuntutan kepada Kepala BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko soal rekomendasi kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Dok. PMII Pacitan)Ketua PMII Pacitan, Sunardi saat menyerahkan nota tuntutan kepada Kepala BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko soal rekomendasi kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Dok. PMII Pacitan)

Baca Juga:
Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

Selain itu, PMII mempertanyakan rutinitas simulasi kebencanaan. Latihan evakuasi dinilai belum menjadi budaya kolektif masyarakat, padahal membangun safety culture menjadi fondasi utama pengurangan risiko bencana.

Mereka juga meminta keterbukaan data terkait ketersediaan shelter vertikal, kondisi jalur evakuasi, serta kesiapan logistik darurat jika skenario terburuk terjadi.

PMII mendesak adanya kolaborasi serius antara pemerintah pusat hingga daerah, untuk memperkuat teknologi mitigasi, termasuk menggandeng akademisi, relawan, dan masyarakat dalam langkah sosialisasi pencegahan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyambut baik kedatangan mahasiswa. Ia menilai audiensi tersebut sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap isu kebencanaan.

Erwin menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa maupun masyarakat.

“Kami menerima dan menyambut baik audiensi dari teman-teman PMII. Bahkan saya sempat berpikir, apakah tidak ada masyarakat yang peduli terhadap isu ini. Karena itu kami sangat mengapresiasi dan siap berkolaborasi untuk memperkuat kesiapsiagaan Pacitan,” ujarnya.(*)

Baca Sebelumnya

Bupati Sumenep Lantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekda Definitif

Baca Selanjutnya

KONI Jatim Bentuk Koperasi, Perkuat Ekonomi Atlet Hingga Latih Jadi Entrepreneur

Tags:

PMII Pacitan BPBD Pacitan gempa megathrust tsunami Pacitan mitigasi bencana audiensi mahasiswa

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H