Kemarau Panjang Mulai April, Ini Komoditas Minim Air yang Cocok Ditanam Petani Pacitan

Editor: Al Ahmadi

16 Mar 2026 14:55

Thumbnail Kemarau Panjang Mulai April, Ini Komoditas Minim Air yang Cocok Ditanam Petani Pacitan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso saat memberikan keterangan terkait antisipasi musim kemarau panjang, Senin, 16 Maret 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Pacitan diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang lebih kering pada 2026. 

Kondisi ini diperkirakan mulai terasa pada April mendatang seiring adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perubahan pola cuaca.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan ada sejumlah komoditas yang dinilai lebih tahan terhadap kondisi kering.

Beberapa di antaranya yakni sorgum, jagung, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang panjang, hingga ubi jalar. 

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Selain itu, beberapa jenis sayuran seperti terong dan labu juga dinilai cocok ditanam saat musim kemarau.

"Beberapa wilayah sudah mulai menanam komoditas tersebut dan hasilnya cukup bagus. Itu juga bagian dari upaya kita mensosialisasikan ke masyarakat untuk menyiapkan cadangan pangan di Pacitan," kata Sugeng kepada Ketik.com, Senin, 16 Maret 2026.

Menurutnya, pemilihan komoditas yang tepat menjadi salah satu strategi agar lahan pertanian tetap produktif meski pasokan air mulai terbatas.

Sugeng menambahkan, upaya diversifikasi tanaman tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat cadangan pangan daerah, terutama di tengah kondisi global yang menuntut ketersediaan pangan tetap terjaga.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong petani untuk memaksimalkan sumber air yang masih tersedia, termasuk dengan membersihkan saluran irigasi agar aliran air tetap lancar.

"Yang bisa kami sarankan ke masyarakat petani mulai membersihkan saluran irigasi yang ada tanaman liar agar aliran air lancar," ujarnya.

Selain itu, DKPP juga menyiapkan sarana dan prasarana alat mesin pertanian untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, seperti pompa air dan jaringan perpipaan.

"Semaksimal mungkin apabila ada potensi sumber air yang masih bisa dimanfaatkan, kami juga menyiapkan sarana prasarana Alsintan seperti pompa atau perpipaan yang bisa dimaksimalkan nanti saat tanaman sudah tumbuh tapi air mulai tidak ada," jelasnya.

Ia menyebut pembangunan sumur bor pada 2024 hingga 2025 diharapkan dapat dimanfaatkan saat musim kemarau, khususnya untuk mendukung irigasi lahan pertanian.

"Sejauh ini, sumur bor yang telah dibangun mencapai sekitar 70 hingga 80 titik dan tersebar di sejumlah wilayah di Pacitan," katanya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan pangan untuk mengantisipasi kemungkinan jika ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan pangan.

Saat ini cadangan pangan daerah berupa beras tercatat sekitar 19 ton.

Meski demikian, jumlah tersebut diklaim masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 100 ton.

"Tapi paling tidak kita punya stok. Kalau memang nanti dibutuhkan dan urgent ada masyarakat yang sampai tidak memiliki stok pangan atau tidak mampu membeli bahan pangan, kita ada cadangan pangan untuk bantuan sosial," katanya.

Pacitan bagian barat disebut menjadi kawasan yang paling rawan terdampak kekeringan.(*)

Baca Sebelumnya

Pertunjukan "The Legend of Enchanted Arrow" Siap Temani Libur Lebaran 2026 di Atrium Oval Ciputra World Surabaya

Baca Selanjutnya

Al-Quran Mushaf Madinah dari Gubernur Khofifah! Tak Sekadar Bagi-Bagi, Tapi Simbol Persahabatan Indonesia-Arab Saudi

Tags:

BMKG Kemarau Pacitan Petani Pacitan komoditas minim air  sorgum Jagung Kacang kacangan DKPP Pacitan Pertanian Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H