Jatah Bisa Dipangkas, Petani Pacitan Diingatkan Segera Tebus Pupuk Bersubsidi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

30 Okt 2024 13:56

Thumbnail Jatah Bisa Dipangkas, Petani Pacitan Diingatkan Segera Tebus Pupuk Bersubsidi
Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso saat mengingatkan agar petani melalui kios segera menebus jatah pupuk bersubsidi, Rabu, 30 Oktober 2024. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Petani di Pacitan didorong agar segera menebus pupuk bersubsidi yang tersedia di akhir tahun ini.

Pasalnya, serapan pupuk bersubsidi di wilayah setempat masih tergolong cukup rendah, belum sesuai harapan.

"Insyaallah, khususnya untuk pupuk bersubsidi tidak langka, justru kami mendorong petani yang mendapatkan alokasi untuk memaksimalkan penyerapannya, agar tahun depan tidak dikurangi kuotanya," ingat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, Rabu, 30 Oktober 2024.

Rendahnya serapan pupuk bersubsidi di Pacitan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah mundurnya musim penghujan.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Sehingga, pupuk yang seharusnya diserap pada akhir tahun lalu baru digunakan di awal tahun 2024. “Penyerapan awal tahun menjadi rendah karena adanya penundaan musim tanam,” jelas Sugeng kepada Ketik.co.id

Berdasarkan data DKPP, alokasi pupuk urea di Pacitan tahun ini mencapai 12.900 ton, namun baru terserap 7.557 ton atau sekitar 58 persen hingga September. 

Serapan pupuk NPK pun baru mencapai 6.348 ton dari alokasi 11.750 ton atau 54 persen. Sementara itu, NPK Formula Khusus (FK) yang dialokasikan sebanyak 23 ton belum terserap sama sekali.

Untuk mengoptimalkan serapan pupuk hingga akhir tahun ini, DKPP Pacitan berencana melakukan penyesuaian dengan regulasi baru serta berhati-hati dalam proses distribusi agar stok pupuk tetap mencukupi kebutuhan petani tanpa terjadi kelangkaan. 

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Kami akan memastikan stok pupuk dapat terserap dengan baik namun tidak menyebabkan kekurangan," tambah Sugeng.

Dalam upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk, pemerintah pusat juga meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Pacitan. Alokasi urea naik dari 10.814 ton menjadi 18.494 ton, dan NPK meningkat dari 6.433 ton menjadi 13.777 ton.

Sementara itu, NPK Formula Khusus bertambah dari 3 ton menjadi 23 ton, khusus untuk wilayah Tulakan.

DKPP mengingatkan bahwa untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai Permentan 01/2024, petani harus tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

Pun, DKPP mengklaim, tidak akan menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi yang sering kali menjadi kekhawatiran para petani setempat saat memasuki masa tanam.

"Apabila stok di kios menipis dan alokasi untuk wilayahnya masih tersedia, pihak kios akan minta distributor untuk mensuplai," jelasnya menutup.

Pupuk bersubsidi ini diperuntukkan bagi petani di subsektor tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, hortikultura seperti cabai dan bawang merah, serta perkebunan seperti tebu rakyat, kakao, dan kopi.

Berikut rekapitulasi serapan pupuk bersubsidi di Pacitan per September 2024:

  • Urea: Alokasi 12.900 ton, Realisasi 7.557 ton (58%)
  • NPK: Alokasi 11.750 ton, Realisasi 6.348 ton (54%)
  • NPK Formula Khusus: Alokasi 23 ton, Realisasi 0 ton (0%). (*)

Baca Sebelumnya

PT Railink Buka 2 Posisi Magang di 2024, Simak Persyaratannya!

Baca Selanjutnya

5 Coffee Roastery Terbaik di Bali, Surga Baru Bagi Pecinta Kopi Lokal

Tags:

pacitan Pupuk Bersubsidi di Pacitan DKPP Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar