Harga Benur di Pacitan Tak Kunjung Stabil, Kini Tiarap Lagi di Angka Rp4 Ribu

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

2 Jul 2025 18:30

Thumbnail Harga Benur di Pacitan Tak Kunjung Stabil, Kini Tiarap Lagi di Angka Rp4 Ribu
Aktivitas nelayan di Pelabuhan Tamperan, Pacitan, terus berlangsung meski harga benur kembali anjlok. Perahu-perahu tradisional tampak bersandar dan bersiap melaut di tengah ketidakpastian harga dan regulasi ekspor benih bening lobster (BBL). (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Harapan nelayan di Pacitan untuk kembali meraup untung dari tangkapan benih bening lobster (BBL) atau benur terus diuji.

Fatkhanudin, nelayan benur Pantai Wawaran asal Kecamatan Kebonagung, mengungkapkan kebingungannya atas fluktuasi harga yang terus terjadi.

Harga jual benur di tingkat nelayan sempat naik pada Selasa, 1 Juli 2025 kemarin di kisaran Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per ekor, tapi Rabu, 2 Juli 2025 hari ini turun lagi diangka Rp4 ribu.

Angka itu jauh dari harga ideal yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp8.500 rupiah.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Kami juga bingung, pemerintah itu membantu kita atau tidak. Saya nggak ngerasain langsung. Mau berharap juga susah, karena kami nggak tahu apakah kehadiran mereka benar-benar berpengaruh buat nasib nelayan," keluhnya, Rabu, 2 Juni 2025.

Tak hanya harga yang menjadi masalah. Ketidakpastian hasil tangkapan juga menambah tekanan terhadap nelayan.

Banyak dari mereka kini berpikir ulang sebelum memutuskan turun ke laut.

“Kadang bingung. Mau berangkat nangkap atau tidak. Kalau hasil banyak tapi harga turun, ya kita rugi. Apalagi kalau modal untuk solar dan alat tangkap nggak ketutup,” imbuhnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Bambang Marhaendrawan, mengakui bahwa hingga kini ekspor benur masih belum diizinkan secara resmi.

Hal ini dikarenakan adanya moratorium dari pemerintah pusat yang belum dicabut.

"Sampai saat ini belum dicabut," ujarnya singkat.

Ketika ditanya kemungkinan adanya kebijakan baru terkait benur, Bambang menjawab. "Bisa jadi," kata dia.

Dengan belum adanya kepastian soal regulasi ekspor dan harga yang terus turun, nelayan benur di Pacitan terpaksa kembali menelan pil pahit. 

Mereka berharap, pemerintah segera hadir dengan kebijakan yang mampu memberikan kepastian, bukan hanya larangan tanpa solusi.(*)

Baca Sebelumnya

Tim Futsal Unisma Tembus 12 Besar Pomprov Jatim III

Baca Selanjutnya

HUT Bhayangkara Ke-79, KNPI Apresiasi Kinerja Polres Pamekasan

Tags:

pacitan benur pacitan harga benur 2025 Nelayan Pacitan ekspor benur moratorium benur harga benih lobster pelabuhan tamperan nelayan tamperan pasokan benur krisis nelayan pemerintah dan nelayan kebijakan benur harga lobster pacitan Benih Bening Lobster nelayan wawaran pacitan harga benur anjlok berita Pacitan terbaru ekonomi pesisir hasil laut pacitan komoditas laut pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H