Dulu Dipecat dari Perusahaan, Warga Pacitan ini Sukses Jualan Kambing sampai Singapura

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

12 Jun 2023 13:44

Thumbnail Dulu Dipecat dari Perusahaan, Warga Pacitan ini Sukses Jualan Kambing sampai Singapura
Sofingi memberikan vitamin dan obat untuk antisipasi penyakit pada kambingnya, Senin (12/6/2023). (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Kisah blantik wedus alias pedagang kambing, Sofingi, warga asal Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan, Pacitan Jawa Timur ini patut jadi contoh. Pria 55 tahun ini berhasil memasarkan kambingnya sampai ke luar negeri. Keuntungan yang dia raup pun mencapai ratusan juta rupiah.

Dulu, Sofingi merupakan mantan Karyawan Perusahaan Elektronik di Kalimantan. Lalu sebab adanya krisis moneter (Krismon) tahun 1999, perusahaan yang ia tempati kerja mengalami kebangkrutan.

Akibatnya, ia dipecat oleh perusahaan hingga akhirnya ia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Pacitan. Tidak menyerah, dengan modal seadanya ia beralih menjadi pedagang kambing, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, usahanya semakin berkembang. Kejujuran, dipercayai orang serta kelihaian mengelola dan berdagang kambing.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Sekarang, Ia mampu, menggaet bos-bos besar dari luar daerah, seperti Semarang, Jakarta, Batam, Riau hingga Singapura untuk bekerja sama dengannya. Tidak main-main, permintaan kambing dari luar daerah jadi angin segar untuknya, mulai dari puluhan ekor kambing hingga ratusan, per minggunya.

"Jadi bos-bos besar, seratus persen belanjanya di percayakan sama saya. Jadi ke sini cuman ngambil kambing, totalan terus kembali. Seperti tadi malam itu ngambil 36 ekor, kemarin 46 ekor. Saya cuma harus memastikan stok saya ada," kisahnya.

Foto Pedagang Kambing Sofingi usai dari Pasar Hewan, tengah Awasi kambing masuk ke Kandangnya Senin, (12/6/2023) (Foto:Al Ahmadi)Sofingi tengah mengawasi kambing masuk ke kandangnya Senin, (12/6/2023) (Foto:Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Namun, menjual kambing keluar daerah bukan berati tidak berisiko. Kambing yang melalui perjalanan jauh rawan terjangkit penyakit hingga kematian. Dari hal itu pingi mengantisipasi dengan memberikan vitamin dan obat pada kambing yang baru datang ke kandangnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Ketika semakin tinggi resikonya, ya syaratnya ketika kambing datang harus disuntik vitamin, dan diberikan obat. Kalau itu sudah dilakukan kemungkinan mati diperjalanan kecil," kata Sofingi, Senin, (12/6/2023).

Kegiatan sehari-hari pria yang kerap disapa Mbah Pingi itu merawat dan membeli kambing dari pasar hewan maupun petani. Sementara, persaingan di pasar hewan sangat ketat oleh pedagang kambing lainnya, apalagi menjelang Idul Adha seperti saat ini.

"Kalau di pasar hewan tidak mencukupi, karena semua bakul dari luar itu juga datang ke sini. Lha ini tadi saya juga cuman dapat 5 biasanya saya dapat 15 ekor," ungkapnya.

Sejauh ini, Mbah Pingi dibantu orang-orang kepercayaannya, untuk memenuhi kebutuhan stok per minggu. Dengan cara diinformasikan, apabila ada petani yang berkenan menjual kambing.

"Kemenangan saya itu menanam orang, di setiap desa. Misalnya Purworejo tidak ada yang jual kambing, oh mungkin di Banjarjo ada," tambahnya.

Menurutnya, momentum Idul Adha ini tidak terlalu berpengaruh besar pada penjualannya. Meski di hari biasa, pun ia tetap wajib mengisi kandangnya 40an ekor kambing per minggunya, bahkan bisa lebih, tergantung kebutuhan pasar.

"Penjualannya tidak ada momennya entah idul adha atau tidak, yang jelas jatahnya satu minggu sekali minimal 40 ekor kambing. Apalagi kalau tuntutan kebutuhannya banyak, kadang satu minggu sampai dua kali juga," tambahnya lagi.

Meski hasil penjualannya saat ini lumayan menurun, ia tetap raup untung puluhan juta rupiah. Berbeda dengan dulu, saat masih bekerja sama dengan pembeli dari luar negeri, keuntungan yang ia dapati tembus hingga ratusan juta.

"Ya umpamanya puluhan juta ya kemungkinan pasti lah, kalau pas kena susah kayak gini. kalau dulu masih menyetok 30 ekor kambing ke pembeli Singapura kayak gitu itu, ya mungkin bisa untuk membayar hutang (jawabnya sambil tertawa)," tandasnya.

Lanjut, harga jual kambing dagangannya terbilang masih cukup normal. Untuk kambing jantan berukuran sedang dibanderol Rp2,5 juta sampai dengan Rp3 juta. Kemudian untuk jenis tertentu dengan ukuran besar harganya sekitar Rp4 juta- Rp5 juta rupiah.(*)

Baca Sebelumnya

PCNU Kabupaten Pasuruan Buka NUmbasmart

Baca Selanjutnya

Waspada! Ini Gangguan Kesehatan Pria yang Sering Diabaikan

Tags:

Idul Adha 1444H pacitan Purworejo Pedagang Kambing

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar