Cari Lokasi Paling Layak, Proyek PLTA Pumped Storage 1.000 MW Pacitan Masuk Tahap Kajian

23 Juli 2026 14:03 23 Jul 2026 14:03

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Cari Lokasi Paling Layak, Proyek PLTA Pumped Storage 1.000 MW Pacitan Masuk Tahap Kajian

Ilustrasi proyek PLTA Pumped Storage. PT PLN (Persero) masih melakukan studi kelayakan dan mengkaji dua alternatif lokasi pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu berkapasitas 1.000 MW di Kabupaten Pacitan. (Foto: Shutterstock)

KETIK, PACITAN – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu berkapasitas 1.000 megawatt (MW) di Kabupaten Pacitan terus bergulir. 

Saat ini, PT PLN (Persero) tengah mengkaji dua alternatif lokasi untuk menentukan titik pembangunan yang paling layak.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan, Tulus Widaryanto, mengatakan tim konsultan dari PLN telah mendatangi kantornya untuk menghimpun berbagai data pendukung sebagai bagian dari studi kelayakan proyek.

"Beberapa hari lalu ada konsultan dari PLN ke kantor. Mereka sedang mencari data untuk kajian, apakah studi kelayakan atau kajian lainnya," kata Tulus, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Tulus, proses yang berjalan saat ini masih difokuskan pada penentuan lokasi terbaik. 

PLN disebut masih mempertimbangkan dua alternatif lokasi yang telah masuk dalam perencanaan awal.

"Memang masih ada dua alternatif. Mereka sedang menilai mana yang lebih layak, yang satu atau yang lainnya," ujarnya.

Meski demikian, Tulus mengaku belum memperoleh informasi terkait jadwal dimulainya pembangunan fisik. 

Sebab, seluruh tahapan saat ini masih berada pada proses studi kelayakan.

Ia menjelaskan, konsep PLTA Pumped Storage berbeda dengan pembangkit listrik tenaga air konvensional. 

Sistem ini memanfaatkan dua tampungan air, yakni tampungan bawah dan tampungan atas, yang dihubungkan melalui terowongan dan turbin pompa.

Air dari tampungan bawah akan dipompa ke bagian atas saat kebutuhan listrik rendah, kemudian dialirkan kembali untuk menghasilkan energi ketika permintaan listrik meningkat.

Namun, hingga kini bentuk tampungan yang akan digunakan masih belum dipastikan. 

Menurut Tulus, PLN masih mengkaji apakah tampungan tersebut akan berupa bendungan atau kolam buatan yang terpisah dari aliran sungai.

"Apakah nanti berupa bendungan atau kolam tersendiri, itu juga masih dalam kajian karena mereka masih memilih alternatif lokasi yang paling tepat," jelasnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah memaparkan rencana pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu kepada Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Proyek yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 tersebut direncanakan dibangun di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.

Manajer PLN UPP JBTB I Yogyakarta, Wahyu Kurniawan, sebelumnya menyebut kapasitas 1.000 MW menjadikan PLTA Pumped Storage Grindulu berpotensi menjadi salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia.

Selain memperkuat sistem kelistrikan nasional, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar serta membuka peluang investasi baru di Kabupaten Pacitan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Tulus Widaryanto Wahyu Kurniawan Indrata Nur PLN Persero DPUPR Pacitan Plta Grindulu Pumped Storage Desa Ketro Desa Pucangombo Kecamatan Tulakan Kecamatan Tegalombo Energi Terbarukan Info Pacitan Berita pacitan