Bukan Karena Iba Hati, Ternyata Ini Asal-usul Nama Desa 'Kasihan' di Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

16 Apr 2025 16:19

Thumbnail Bukan Karena Iba Hati, Ternyata Ini Asal-usul Nama Desa 'Kasihan' di Pacitan
Halaman depan Balai Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Rabu, 16 April 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Jangan buru-buru merasa iba. Nama Desa Kasihan di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, ternyata bukan bentuk belasungkawa.

Di balik namanya yang terdengar melankolis, tersembunyi sejarah panjang.

Desa ini bukan sembarang desa. Menurut para sesepuh dan sejarawan lokal, jejak awalnya bisa ditelusuri ke masa Kanjeng Jimat: tokoh legendaris yang diyakini sebagai pendiri cikal bakal Kabupaten Pacitan.

Dan seperti dalam cerita wayang, semuanya bermula dari kekacauan pada saat pemerintahan Kanjeng Jimat.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Hingga banyak menelan korban baik jiwa maupun harta benda," beber Sekretaris Desa Kasihan, Sunarno, Rabu, 16 Maret 2025.

Kala itu Kanjeng Jimat pun menggelar sayembara. Siapa saja yang bisa menghentikan kekacauan akan diberi wilayah kekuasaan.

Sayembara itu menggema hingga ke Kabupaten Tulungagung dan ditanggapi oleh seorang pendekar sakti mandraguna dari wilayah sana.

"Sebut saja beliau adalah seorang pendekar dari wilayah timur," ucapnya berdasarkan cerita para sesepuh kepada Ketik.co.id

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Dengan pusaka Kyai Sengkelat, Cindhe Sari, dan Iket Sakti Beber Bumi, dia melangkah ke Pacitan, bertemu Kanjeng Jimat, dan mendapat restu untuk menghalau huru-hara.

Didampingi tiga sahabatnya, Setro Ketipo, Kyai Posong, dan Tunggul Ametung, ia bertarung habis-habisan. Dan mereka menang.

Wilayah Pacitan pun tenang, dan sebagai hadiah, ia diberikan sebidang tanah yang saat itu masih hutan lebat, sarang makhluk halus dan binatang buas.

Tapi tak ada kata menyerah dalam kamus sang petarung. Dengan kesaktian dan gotong royong bersama lima saudaranya serta Setro Ketipo, hutan dibuka, peradaban mulai dibangun.

Di titik inilah kisah cinta masuk.

Ia jatuh hati pada putri Keraton Surakarta. Namun lamarannya sempat ditolak karena cacat di pundaknya.

Galau, ia memilih bertapa dan berpuasa. Hasilnya? Doanya dikabulkan. Sang putri menerima lamarannya. Wilayah yang ia bangun pun dinamai Kinasih: artinya “yang dicintai”.

Kinasih berkembang jadi kademangan yang makmur. Tahun 1800, pemimpinnya bergelar Ki Demang Kinasih.

Namun damai tak abadi. Muncul tokoh baru: Ki Bagor dari Surakarta, membawa petaka karena ingin merebut istri sang Demang.

Pertempuran pecah, kepala Ki Bagor dipenggal dan dikirim ke keraton. Jasadnya dikubur di Dusun Glagahombo.

Wilayah Kinasih meluas hingga Bendo, Kalitengah, hingga Pucangombo. Pemimpin berganti dari Jogoboyo Merto Karya hingga Ki Lurah Patmodiharjo dan Ki Demang Sarjono, yang mulai membangun masjid-masjid.

Pergantian nama menjadi Kasihan baru terjadi sekitar 1949, saat Lurah Barjan memimpin. Kala itu, wilayah ini menjadi tempat persinggahan Jenderal Besar Sudirman yang tengah bergerilya.

"Beliau tinggal tujuh hari di rumah Jogo Boyo Ponco Rejo di Dusun Salam, Pringapus. Sebagai doa agar beliau dikasihi Tuhan dan selamat dalam perjuangan, wilayah ini dinamai Kasihan," jelas Sunarno.

Setelah itu, kepemimpinan dipegang oleh karteker Tunggak Sumito yang ditunjuk langsung oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). 

Dari sinilah Desa Kasihan, dengan segala romantika dan kisah mistiknya, mulai dikenal seperti sekarang. (*)

Baca Sebelumnya

Tur Rumah Abah Arum Sabil, Lahannya Bukan 1 Tapi 65 Hektare Punya 2 Istana Negara

Baca Selanjutnya

Wakil Bupati Asahan Rianto Pimpin Apel di Kecamatan Kota Kisaran Barat

Tags:

pacitan Tegalombo DESA DI PACITAN

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar