KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa penyelenggaraan Misi Dagang membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi mampu bekerja sama menguatkan ekonomi yang telah terbangun selama ini.
“Tentu juga sekaligus menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta Usaha Mikro Kecil dan Menenga (UMKM) di kedua daerah,” ujarnya pada Jumat, 5 Juni 2026.
Berdasarkan data, kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat dalam memperluas kerja sama perdagangan. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
Dari sisi perdagangan, Jawa Timur juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp210,1 triliun sepanjang tahun 2025 dan kembali mencatat surplus Rp54,25 triliun pada Triwulan I Tahun 2026. Capaian tersebut menunjukkan tingginya daya saing produk-produk unggulan Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.
Sejak tahun 2019 hingga 2026, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan 51 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp38,32 triliun dari 2.224 transaksi yang melibatkan 2.544 pelaku usaha.
Sementara pada tingkat internasional, tujuh misi dagang yang dilaksanakan sejak 2022 hingga April 2026 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp21,42 triliun.
“Mari manfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar, meningkatkan perdagangan antarwilayah, dan membangun jejaring bisnis yang semakin kokoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Emil Dardak. (*)
