Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, PWNU Jatim Tugaskan Gus Kikin Maju Calon Ketua Umum

21 Juli 2026 19:18 21 Jul 2026 19:18

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,  PWNU Jatim Tugaskan Gus Kikin Maju Calon Ketua Umum

Ketua PWNU Jatim Gus Kikin (kiri) bersama Sekjen PBNU Saifullah Yusuf di sela kegiatan saat Ramadhan lalu di Surabaya. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026.

"Keputusan ini merupakan hasil pembahasan internal pengurus dan bukan atas keinginan pribadi Gus Kikin," ujar Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin di Kantor PWNU di Surabaya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Selain itu, keputusan tersebut dihasilkan melalui sejumlah rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jatim yang dilaksanakan secara bertahap, kemudian dilanjutkan pembentukan tim kecil untuk mematangkan usulan pencalonan.

Sebelum keputusan diambil, kata dia, PWNU juga meminta pandangan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Hasilnya, sebanyak 42 dari 45 PCNU menyatakan dukungan terhadap penugasan Gus Kikin.

Kiai Abdul Matin juga menegaskan bahwa pencalonan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan organisasi. Salah satunya, Gus Kikin dinilai memiliki komitmen mengembalikan arah jam'iyah agar berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

Selain itu, Gus Kikin disebut memiliki visi membangun tata kelola organisasi yang lebih teduh, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah nahdliyah, serta menjaga persatuan warga NU dalam menjalankan program-program organisasi.

PWNU Jatim juga menilai Gus Kikin memiliki pengalaman panjang dalam memimpin organisasi, baik di lingkungan pesantren, dunia usaha, maupun struktur Nahdlatul Ulama.

Ia tercatat pernah menjadi pengurus PBNU, saat ini menjabat Ketua PWNU Jatim, serta telah mengikuti proses kaderisasi yang menjadi salah satu syarat kepemimpinan di lingkungan NU.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa NU sebagai organisasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren dan tradisi keulamaan.

Selain aspek kepemimpinan, PWNU Jatim juga menilai kemandirian ekonomi Gus Kikin menjadi nilai tambah karena dinilai dapat mendorong penguatan organisasi tanpa kepentingan pribadi.

Menanggapi penugasan PWNU dan PCNU se-Jatim itu, Gus Kikin menyatakan hal yang terpenting adalah dirinya tidak minta atau mencalonkan diri, tapi ditugaskan sehingga harus menerima amanah dengan sebaik mungkin.

“Saya akan meneruskan tradisi para muassis dalam membangun NU dengan jiwa dan raga, bukan sekadar aturan tapi konflik,” ucap dia.

Menurut pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu, NU akan menjadi kekuatan seperti dulu bila menggunakan Qanun Asasi sebagai pedoman berorganisasi, bukan sekadar aturan yang justru memicu perselisihan.

“Para muassis mengajak kita untuk menyatu di dalam NU, bahkan para arwah juga diajak menyatu di dalam NU,” kata Gus Kikin.

Menganggapi penugasan tersebut, ia menerima sebagai amanah, meski berat dalam pertanggungjawaban akhirat, karena itu diharapkan pemberi penugasan juga turut bertanggung jawab agar kepemimpinannya semakin baik dan bukan semakin rusak. “Kalau kita semua menyatu, Insyallah nggak ada perselisihan,” kata dia.

Di sisi lain, selain penugasan Gus Kikin, pertemuan koordinasi menjelang muktamar itu juga mengusulkan 16 nama kiai atau ulama yang masuk AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) atau masyayikh yang berhak memilih Rais Aam Syuriyah PBNU sekaligus penasihat ketika Rais Aam memilih sejumlah bakal calon Ketum PBNU.

Ke-16 ulama AHWA usulan PW Jatim bersama PCNU se-Jatim adalah KH Anwar Mansyur (Jatim), KH Makruf Amin (Banten), KH Nurul Huda (Jatim), KH Mustofa Bisri (Jateng), KH Miftahul Ahyar (Jatim), KH. Anwar Iskandar (Jatim), KH Afifuddin Muhajir (Jatim) dan KH. Said Aqil Siroj (Jakarta).

Kemudian, KH Tuan Guru Turmudzi (NTB), KH Buya Muhtadin (Banten), KH Wildan (Kalsel), Tengku KH. Nailuzzahri (Aceh), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Jateng), KH Zaunul Abidin (Sulsel), KH Khozien Adnen (Sumbar), dan KH Ali Akbar Marbun (Sumut). (*)

Tombol Google News

Tags:

muktamar 35 Muktamar NU Gus Kikin Maju Ketua Umum PBNU Info Surabaya info jombang