KETIK, JAKARTA – Menteri Perindustrian RI, M. Sarmuji, tak meninggalkan kebiasaan lamanya berbelanja ke pasar tradisional membeli bahan-bahan makanan untuk selanjutnya dimasak sendiri.
Seperti yang dilakukannya akhir Oktober 2026 lalu, dengan masih mengenakan pakaian batik lengan panjang selepas dinas, Sekretaris Jenderal Partai Golkar tersebut berkeliling dari kios satu ke kios lainnya. Ia berbelanja ke pasar saat hari sudah malam.
Langkahnya terhenti di penjual daging, lalu membeli sekaligus menggilingnya. Kemudian, ia juga tampak memilih tomat, bawang merah dan bumbu-bumbu masak lainnya.
Aktivitas Cak Sar, sapaan akrabnya, bukan sesuatu yang baru. Sudah sejak lama, Cak Sar kerap berbelanja ke pasar secara langsung dan memilih bahan makanan untuk kemudian dimasaknya. Biasanya aktivitas tersebut dilakukan saat matahari belum terbit atau sejak selepas ibadah shalat shubuh.
Bahkan, saat menjabat Ketua DPD Golkar Jatim, ia memiliki kios langganan di pasar untuk membuat sejumlah masakan. Salah satu yang menjadi favoritnya adalah bakso. Mulai dari pentol bakso hingga kuahnya, Cak Sar sendiri yang mengolah di dapur. Pun demikian jika ia memasak soto daging.
Bedanya, jika dulu ia ke pasar cukup mengenekan kaos dan celana pendek, bahkan kadang bersarung, saat ini ke pasar berbatik. Namun, yang tetap sama baik dulu maupun sekarang adalah ke pasar tanpa dikawal ajudan atau pengawal pribadi.
Sementara itu, aktivitasnya ke pasar juga diposting melalui akun instagramnya, @m.sarmuji. Di kolom komentar dibanjiri ratusan warganet maupun rekan dan kerabatnya. Bahkan, beberapa pejabat atau anggota DPR RI juga tampak mengomentarinya.
Salah satu warganet sempat menanyakan apakah jika membeli bahan-bahan masakan masih ditawar atau tidak, Menperin Sarmuji menjawabnya tetap menawar. “Nawar itu seni,” tegas dia. (*)
