KETIK, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian. Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelantikan Sarmuji berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104p Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara kabinet merah putih periode tahun 2024-2029.
Sarmuji merupakan politisi kelahiran Surabaya, Jawa Timur. Sebelum diangkat sebagai Menteri Perindustrian, ia telah memiliki pengalaman yang cukup panjang di dunia legislatif dengan menjabat anggota DPR RI selama 3 periode.
Sarmuji duduk di Senayan sejak tahun 2014 dan kembali terpilih pada Pemilu 2019 dan 2024. Selama menjadi anggota DPR RI, Sarmuji pernah menjalankan tugas di sejumlah komisi, antara lain Komisi XI, Komisi IX dan Komisi VI.
Di Komisi VI, Sarmuji banyak terlibat dalam isu perdagangan, perindustrian, BUMN, investasi, energi dan persaingan usaha.
Sarmuji memulai karier dari bawah. Saat menempuh pendidikan di Universitas Jember, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.
Ia tercatat pernah menjabat Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember periode 1998-2000. Sarmuji juga didapuk sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2008-2011.
Sarmuji memulai kiprahnya di dunia politik bersama Partai Golkar. Kariernya berkembang melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PP AMPG pada 2010-2015.
Kariernya bersama Partai Golkar terus meningkat,, Sarmuji juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pemenangan Pemilu Jawa-Kalimantan Partai Golkar. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Ia kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Sebelumnya, ia pernah memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur sebelum digantikan Ali Mufthi pada 2025.(*)
