Sembako Hingga Produk UMKM Habis Terjual dalam Pasar Murah Pemprov Jatim Bersama Gubernur Khofifah di Probolinggo

9 Juni 2026 16:20 9 Jun 2026 16:20

Simon Naldi E., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sembako Hingga Produk UMKM Habis Terjual dalam Pasar Murah Pemprov Jatim Bersama Gubernur Khofifah di Probolinggo

Pasar Murah Pemprov Jatim bersama Gubernur Khofifah di Probolinggo sukses meraup transaksi Rp78,211 juta. Sembako dan produk UMKM habis terjual demi menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. ( Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo, mendadak dipadati warga yang antusias menyerbu gelaran Pasar Murah besutan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kian menambah semarak suasana hingga mendongkrak total transaksi yang sukses menembus angka Rp78,211 juta dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026.

Bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota Probolinggo, dan sejumlah kepala OPD, Khofifah menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok lewat pasar murah. Baginya, langkah nyata ini merupakan solusi instan untuk meringankan beban dapur masyarakat dengan menyediakan bahan pangan yang serbaterjangkau.

Warga mulai mendatangi lokasi pasar murah sejak siang hari guna mendapatkan sembako di bawah harga pasaran. Seluruh stok komoditas yang disiapkan oleh panitia terpantau habis tidak bersisa.

Penjualan tertinggi didominasi oleh beras SPHP yang dilepas dengan harga Rp55.000 per kemasan 5 kilogram, di mana stok sebanyak 800 sak habis terjual dan membukukan transaksi sebesar Rp44 juta. Pada saat yang sama, beras premium seharga Rp70.000 per kemasan 5 kilogram juga habis terjual dengan akumulasi transaksi mencapai Rp14 juta.

Jenis sembako lain yang habis terjual meliputi gula pasir dan Minyakita. Sebanyak 192 kilogram gula pasir terjual dengan harga Rp14.000 per kilogram dan menghasilkan total transaksi Rp2,688 juta. Mengikuti langkah tersebut, Minyakita sebanyak 20 karton terjual seharga Rp13.000 per liter dengan perolehan transaksi mencapai Rp3,12 juta.

Daftar produk pokok lain yang habis terjual mencakup beberapa jenis bahan pangan. Telur ayam ras sebanyak 200 kilogram menghasilkan transaksi Rp4,4 juta, disusul daging ayam ras sebanyak 105 kilogram senilai Rp3,15 juta. Untuk kebutuhan dapur, bawang merah 20 kilogram terjual senilai Rp560 ribu, bawang putih 20 kilogram senilai Rp480 ribu, cabai rawit merah 15 kilogram senilai Rp600 ribu, dan cabai merah besar 15 kilogram senilai Rp150 ribu. Penjualan ini digenapi oleh tepung terigu sebanyak 48 kilogram dengan nilai Rp480 ribu.

Secara terperinci, total transaksi senilai Rp78,211 juta tersebut disumbang oleh dua sektor. Sektor bahan pokok mencatatkan angka penjualan sebesar Rp73,628 juta, sedangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam kegiatan ini membukukan transaksi senilai Rp4,583 juta.

Menurut Khofifah, pasar murah berfungsi sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Langkah intervensi ini sekaligus diterapkan sebagai strategi untuk mempertahankan daya beli masyarakat dalam menghadapi pergerakan ekonomi.

“Pasar murah merupakan upaya nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Khofifah.

Berdasarkan keterangannya, pasar murah mengombinasikan pemenuhan kebutuhan konsumen dengan pemberdayaan ekonomi. Skema ini berjalan dengan cara membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut serta dan bertransaksi di dalam kegiatan.

Sinergi yang melibatkan pemerintah daerah, BUMN, distributor, serta pelaku usaha diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar murah ke wilayah-wilayah lain. Khofifah memproyeksikan langkah ini sebagai strategi berkala untuk menjamin ketersediaan stok pangan dan keterjangkauan harga bagi warga.

Melalui agenda di Kota Probolinggo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjalankan strategi pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, dan penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Habisnya seluruh pasokan yang disediakan oleh panitia menjadi tanda bahwa program tersebut diserap langsung untuk memenuhi kebutuhan warga.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pasar Murah Jatim Umkm Probolinggo Pemprov Jatim info Probolinggo ekonomi kerakyatan