KETIK, SIDOARJO – Flyover Gedangan yang ditunggu-tunggu masyarakat semakin mendekati kenyataan. Pada Jumat (26 Juni 2026), Bupati Subandi memimpin rapat koordinasi antara berbagai pihak terkait pembangunan Flyover Gedangan. BBPJN Jawa Timur-Bali memastikan detail engineering design (DED) Flyover Gedangan telah jadi.
DED Flyover Gedangan itu dipaparkan kepada Bupati Subandi, Wakil Bupati Mimik Idayana, para kepala dinas pekerjaan umum Pemkab Sidoarjo, perwakilan PT Kereta Api Indonesia, Camat dan Kades Gedangan, serta pihak terkait lainnya.
Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau BBPJN Jawa Timur-Bali Yusuf Adinegoro hadir memimpin timnya untuk paparan di Ops Room Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana menyaksikan paparan dari Tim BBPJN Jawa Timur-Bali pada Jumat (26 Juni 2026). (Foto: Kominfo Sidoarjo)
DED Flyover Gedangan itu menampilkan bentuk Flyover Gedangan dalam video tiga dimensi (3D). Detail terlihat. Baik detail lokasi, kebutuhan lahan, bentuk konstruksi, dimensi, hingga analisis lalu lintas dan dampak positif Flyover Gedangan bagi masyarakat.
Mendengar paparan BBPJN Jawa Timur-Bali tersebut, Bupati Subandi terlihat bersemangat. Begitu pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig, Kepala Dinas PU Bina Marga M. Mahmud, Kepala Dinas Perumahan Cipta Karya dan Permukiman Bachruni Aryawan, dan lain-lain. Penyelesaian DED Flyover Gedangan ini signifikan bagi langkah-langkah selanjutnya.
”Perencanaan sudah, DED (detail engineering design) juga sudah. Semoga dengan kekompakan semua pihak, Flyover Gedangan ini bisa kita wujudkan,” kata Bupati Subandi.
Bupati Subandi mendorong proses pembebasan bisa terus berjalan. Sosialisasi semakin bagus. Taksiran harga tanah, bangunan, dan aset warga diharapkan bisa segera selesai. Anggaran juga disiapkan.
”Apraisal diharapkan bisa selesai bulan Juli mendatang. Supaya bulan Agustus bisa dilakukan pembayaran. Sehingga akhir tahun semua lahan sudah siap,” ungkapnya.
Bupati Subandi menyampaikan terima kasih perwakilan BBPJN Jawa Timur-Bali dan tim lain yang menghadiri pertemuan di Ops Rooom. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Bupati Subandi juga berterima kasih atas kontribusi dan kerja semua pihak. Dari Kades, Camat, dinas PU, PT KAI, BBPJN, hingga pihak terkait lain. Kekompakan ini sama-sama diwujudkan dengan kerja keras untuk menyelesaikan tugas masing-masing.
Bupati Subandi menyatakan akan terus mengawal progres tersebut. Sehingga pembangunan Flyover Gedangan dapat terwujud pada 2027. Kemacetan atau crowded di Perempatan Gedangan bisa segera terpecahkan. Flyover Gedangan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam forum itu, masing-masing pihak diberi kesempatan menyampaikan informasi, pendapat, maupun harapan. Misalnya, Doni dari Bagian Aset PT KAI, mengatakan Stasiun Gedangan memerlukan lahan parkir ideal sepanjang sekitar 10 meter dari jalan. Dalam DED Flyover Gedangan, panjang parkir baru 6 meter. Kurang 4 meter.
”Kami sudah bertemu dengan Pak Mahmud (Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo). Mohon bisa dibicarakan lebih lanjut,” kata Doni dalam pertemuan yang dipimpin Bupati Subandi itu.
Mahmud pun menyatakan dirinya sudah berkomunikasi intensif dengan PT KAI untuk merealisasikan pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan. Akan ada pertemuan lanjutan antara Pemkab Sidoarjo, PT KAI, dan BBPJN Jawa Timur-Bali.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Sidoarjo Inayah mengusulkan pembebasahan lahan segera dilakukan untuk aset-aset mili daerah. Di antaranya, aset UPT Dinas Pendidikan Sidoarjo dan Laboratoroium Kesehatan Daerah atau Labkesda Sidoarjo.
”Itu bisa dituntaskan dulu,” ujar Inayah kepada Bupati Subandi. (*)
.png)