KETIK, SIDOARJO – Tidak ada hentinya Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) membersihkan saluran air. Di berbagai lokasi, alat berat ekskavator mengeruk endapan sungai. Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer diturunkan. Mencegah banjir di Sidoarjo saat musim hujan tiba.
Puluhan personel beserta alat berat bergerak ke berbagai saluran di kecamatan-kecamatan. Mereka terus mengeruk endapan di saluran irigasi. Juga menyapu bersih tanaman liar di sepanjang sungai. Semua dinormalisasi agar tidak terjadi banjir di Sidoarjo.
Pada Selasa (4 Juli 2026), personel Dinas PU BM SDA Sidoarjo menormalisasi Avfour Kedunguling, di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Saluran Porong Kanal, Kelurahan Porong, Saluran Mangetan Kanal, di Desa Dungus. Anak Afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari di Kecamatan Balongbendo.
Di hari yang sama, Satgas Afvoer membersihkan saluran-saluran irigasi yang tersumbat yang riskan menimbulkan banjir di Sidoarjo. Satgas Afvoer bekerja di Wilayah Kota, Satgas Afvoer UPTD Trosobo, Prambon, Porong, dan Satgas Afvoer UPTD Sumput.
Satgas Avoer wilayah kota membersihkan Afvoer Kedunguling, Desa Larangan. Satgas Afvoer UPTD Trosobo membersihkan Afvoer Buntung, Desa Balongbendo, Afvoer Kepucang di Desa Jimbaran, Wonoayu, serta Saluran Kedunguling di Desa Temu Prambon. Satgas Afvoer Porong menormalisasi Afvoer Gedek di Desa Wates, Tanggulangin; Afvoer Ngingas di Desa Balongtani, Jabon, dan Afvoer Kedungkampil Desa Kedungsulo Porong.
Satgas Afvoer UPTD Sumput mengeruk afvoer di lima kecamatan. Yakni, Afvoer Bulubendo, Desa Sawotratap, Gedangan; Afvoer Sumber di Desa Kloposepuluh, Sukodono; Afvoer Karangbong 2 di Desa Wadungasih, Buduran; serta Afvoer Botokan atau Sinir di Desa Pepelegi, Waru. Kemudian Satgas Afvoer UPTD Sumput bergerak membersihkan Afvoer Buntung di Desa Wadungasri, Waru; serta Afvoer Jemundo di Desa Kedungturi, Taman.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PU BM SDA Sidoarjo Prayitno mengatakan, normalisasi sungai dan pembersihan afvoer terus berjalan dan dioptimalkan. Satgas Alat Berat, misalnya, menormalisasi Afvour Kedunguling di Kelurahan Gebang, Sidoarjo. Panjangnya sekitar 4 kilometer. Diperkirakan normalisasi akan berjalan selama 3 bulan untuk mencegah banjir di Sidoarjo.
”Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif untuk mencegah banjir di Sidoarjo. Debit air sedang turun. Mudah melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah,” katanya.
Prayitno mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu upaya menyelesaikan persoalan banjir di Sidoarjo. Namun semua itu butuh dukungan masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuangnya di sungai. Jika tidak, persoalan banjir di Sidoarjo tidak akan pernah terselesaikan.
"Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir di Sidoarjo. Namun, persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang," ujarnya. (*)
.png)