Anggota DPRD Sidoarjo Ulurkan Tangan untuk Bayi Cleft Lip dan Mikrotia di Kecamatan Tarik

25 Mei 2026 22:14 25 Mei 2026 22:14

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Anggota DPRD Sidoarjo Ulurkan Tangan untuk Bayi Cleft Lip dan Mikrotia di Kecamatan Tarik

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menjenguk bayi Dewi Andini yang sedang digendong Nenek Mainah di rumahnya. (Foto: Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Batin Dhamroni Chudlori trenyuh. Menyaksikan kondisi bayi bernama Dewi Andini yang mengalami berat badan lahir rendah (BBLR), anggota DPRD Sidoarjo itu tak sampai hati. Bayi perempuan berusia sekitar satu minggu itu tidak bisa mendapat asupan gizi secara normal. Tubuhnya sangat kecil.

”Andini mengalami cleft lip dan mikrotia,” katanya.

Cleft lip adalah cacat bawaan sejak lahir. Bentuknya celah atau belahan pada bibir atas akibat kegagalan jaringan wajah menyatu sempurna di dalam kandungan. Adapun mikotia juga cacat lahir bawaan. Daun telinga bayi berukuran lebih kecil di bagian kanan. Bentuknya pun tidak sempurna.

Senin pagi (25 Mei 2026), Dhamroni Chudlori menerima chat Whatsaap. Seorang kader atau relawan kesehatan di Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, mengirim pesan singkat kepada anggota DPRD Sidoarjo tersebut.

Isi pesan itu berbunyi, ”Mohon perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk bayi Dewi Andini.” Pesan itu juga disertai foto yang menguras rasa iba. Bayi dengan wajah mungil. Telinga dan bibir tak sempurna.

Selepas Dzuhur, Dhamroni Chudlori pun meluncur ke lokasi. Sendirian. Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo tahu bahwa Dewi Andini memerlukan pertolongan segera. Dia mendatangi rumah Sukarni, ibunda Dewi Andini, di Desa Gampingrowo. Lokasinya di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Tarik. Kedatangan wakil rakyat di DPRD Sidoarjo itu diterima dengan baik.

Foto Anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori bersama para tenaga kesehatan dan perangkat Kecamatan Tarik bersama-sama mengunjungi rumah bayi Dewi Andini. (Foto: Ketik.com)Anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori bersama para relawan dan tenaga kesehatan serta perangkat Kecamatan Tarik bersama-sama mengunjungi rumah bayi Dewi Andini. (Foto: Ketik.com)

Di sana, sudah menunggu Camat Tarik M. Rofik beserta kepala desa, dokter Puskesmas Tarik, dan tenaga kesehatan setempat. Dhamroni Chudlori mengamati kondisi Dewi Andini. Bayi mungil itu terlihat sedang tertidur. Sesekali tangannya terlihat bergerak-gerak. Menggemaskan.

Namun, kondisi Dewi Andini jauh dari bayi normal lain. Bobotnya cuma 2,2 kilogram. Sangat kurang dari umumnya berat badan normal antara 3,2 sampai 3,4 kilogram. Penyebabnya adalah kondisi bibir yang mengalami cleft lip atau sumbing itu.

”Kalau memberi susu harus lewat selang kecil,” ungkap Dhamroni Chudlori yang juga ketua Komisi D DPRD Sidoarjo tersebut.

Dia segera meminta kepala desa dan camat untuk segera menguruskan kartu keluarga buat ibu si bayi Andini, yaitu Sukarni. Sebab, hingga saat ini, perempuan kelahiran 22 Oktober 1992 (34 tahun) itu masih menumpang orang tuanya. Ikut KK (kartu keluarga) Sulagi dan Mainah, kakek-nenek Dewi Andini.

”Tolong Pak Camat Rofik segera diuruskan kartu keluarganya. Supaya Bu Sukarni dan bayinya bisa tersentuh bantuan pemerintah,” tambah Dhamroni Chudlori yang juga mantan ketua Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut.

Status data sosial keluarga itu juga diperiksa. Ternyata Sukarni masih tercatat masuk desil antara 6 sampai 10. Artinya, tidak tergolong sebagai warga miskin yang mendesak untuk dapat bantuan. Padahal, kondisi riilnya tidak seperti itu. Lebih tepat masuk desil 4 ke bawah. Rentan miskin, bahkan miskin.

Sukarni dan bayinya harus segera ter-cover BPJS Kesehatan sebagai penerima bantuan iuran (PBI). Kesejahteraan mereka masuk tanggung jawab pemerintah. Selain itu, hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat wajib menjadi perhatian utama.

Foto Kelainan bawaan sejak lahir bayi Dewi Andini yang dinilai perlu mendapatkan penanganan kesehatan.  (Foto: Ketik.com)Kelainan bawaan sejak lahir bayi Dewi Andini yang dinilai perlu mendapatkan penanganan kesehatan. (Foto: Ketik.com)

Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Sidoarjo juga merasa ikut bertanggung jawab. Sebab, diperlukan tindakan medis agar bayi Dewi Andini bisa tumbuh sehat. Jika diperlukan operasi pun, tidak boleh ada biaya yang memberatkan.

”Minta tolong juga Bu Bidan nggih. Terus memantau kondisi bayi Dewi Andini ini,” ungkap Dhamroni Chudlori.

Kepada keluarga bayi Dewi Andini, legislator DPRD Sidoarjo asli Tulangan itu meminta mereka bersabar. Baik Sukarnii sebagai ibu, Mainah sebagai nenek, maupun Sulagi sebagai kakek.  

Kelahiran Dewi Andini yang tidak sempurna sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Tidak perlu disesali. Diterima sebagai amanah dan karunia Tuhan. Pasti ada keistimewaan dan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Dewi Andini.

”Ini amanah yang luar biasa. Kita semua wajib menjaganya,” ucap Dhamroni Chudlori.  (*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Sidoarjo Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori Kecamatan Tarik Bayi Cleft Lip