KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Lustrum ke-13 yang dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di Aula Pertemuan Rektorat Lantai 5, Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi UIN Malang untuk melaporkan capaian selama satu tahun sekaligus menyampaikan rencana pengembangan kampus.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., memaparkan berbagai capaian tersebut kepada Menteri Agama. Melalui kegiatan ini, UIN Malang juga mendapat arahan untuk pengembangan kampus ke depan.
"Jadi itu kan Lustrum ke-13, kami mengundang Pak Menteri untuk taklimat Menteri Agama. Ke depan kami harus seperti apa, mungkin beliau punya arahan, sehingga kami punya motivasi atau guide, gitu ya. Selain kami sudah sekaligus satu tahun mengabdi. Satu tahun mengabdi ini kami melaporkan kepada Menteri," ujar Prof. Ilfi Nur Diana.
Dalam bidang akreditasi, UIN Malang memiliki 38 program studi (prodi) berperingkat unggul atau sekitar 69 persen, sembilan prodi berperingkat baik sekali, dan delapan prodi berperingkat baik. Prof. Ilfi menyebut akreditasi unggul akan terus didorong, termasuk untuk prodi-prodi baru.
Ia juga menyampaikan target akreditasi internasional prodi periode 2025–2028. Pada 2025, sebanyak 54 persen prodi terakreditasi unggul. Sementara pada 2026, sebanyak 64 persen prodi telah terakreditasi internasional. Target pada 2027 mencapai 82 persen prodi terakreditasi unggul.
Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar berpesan untuk terus memiliki rasa syukur atas segala pencapaian dalam kegiatan Lustrum ke-13 UIN Malang pada Jumat, 2 Oktober 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Di bidang akademik, sejumlah capaian yang dipaparkan meliputi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi, BTQ dan kitab turats, serta Kurikulum OBE. Pelaporan juga mencakup penelitian berdampak, pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, hingga Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).
UIN Malang juga menyiapkan sejumlah rencana pengembangan infrastruktur, di antaranya Rumah Sakit Pendidikan, Kawasan Iqra', Edupark, serta Masjid dan Islamic Center di Kampus 3.
Dari sisi prestasi mahasiswa, UIN Malang mencatat 591 prestasi yang terdiri dari 143 tingkat internasional, 354 tingkat nasional, dan 94 tingkat provinsi. Selain itu, sebanyak 68,4 persen lulusan UIN Malang telah terserap di dunia kerja dalam satu tahun.
Pada 2026, UIN Malang juga tercatat berada di peringkat kedua versi THE. Prof. Ilfi menyebut capaian tersebut sebagai pencapaian bergengsi. Ia mengatakan UIN Malang akan terus meningkatkan publikasi internasional bersama para dosen.
"Insyaallah akan lebih cepat lagi, asalkan bapak ibu semua yang di sini berkomitmen juga untuk mewujudkannya publikasi internasional sitasi dan karya ilmiah Bapak Ibu semuanya," ucapnya.
Prof. Ilfi menambahkan, UIN Malang mulai melakukan digitalisasi kampus meski masih dalam tahap awal. Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian dari pengembangan kampus ke depan.
Ia mengatakan Lustrum ke-13 menjadi momentum untuk meningkatkan berbagai aspek, mulai dari akademik hingga infrastruktur. Dukungan dan kolaborasi seluruh warga kampus dinilai penting untuk mewujudkan target tersebut.
"Kita kepingin mengajak bersama-sama. Kami punya mimpi besar. Ayo kita wujudkan bareng-bareng. Kita harus solid, kalau kita nggak solid, maka kita nggak akan bisa mencapai itu. Jadi kalau rektor, pimpinan punya kebijakan," tutur Prof. Ilfi Nur Diana.
"Tapi semua warga kampus bangga. Kemenag juga bangga atas capaian ini karena tidak disangka. UIN Malang yang masih kecil itu bisa membalap. Mudah-mudahan tahun depan tidak disalip lagi oleh yang besar-besar. Kita harus bertahan itu lebih jauh lagi," imbuhnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Maliki Pesantren Metric serta penyerahan buku integrasi dan prestasi mahasiswa oleh Rektor UIN Malang kepada Menteri Agama RI.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan materi bertajuk "Sinergi Mewujudkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bereputasi Internasional".
Nasaruddin mengajak sivitas akademika UIN Malang mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih. Ia juga memberikan apresiasi atas prestasi UIN Malang hingga saat ini.
"Kita semuanya harus bersyukur akan prestasi-prestasi yang luar biasa yang dicapai oleh UIN Malang. Cuma mungkin bagaimana caranya bersyukur," pesan Prof. Nasaruddin Umar.
Menurutnya, jumlah mahasiswa bukan satu-satunya ukuran keberhasilan perguruan tinggi. Hal yang tidak kalah penting adalah kualitas dan jumlah lulusan yang dihasilkan.
"Yang perlu kita syukuri juga adalah output. 30ribu yang mendaftar 30ribu juga yang keluar. Jangansampai 30ribu mendaftar hanya 20ribu yang keluar yang lainnya DO. Itu tidak konsisten dan itu pasti penilaiannya nanti kurang. Jadi berbanding lurus antara berapa jumlah mahasiswa yang masuk dan berapa jumlah keluar," jelasnya.
Melalui Lustrum ke-13, UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kelembagaan, akademik, infrastruktur, serta prestasi mahasiswa. (*)
