KETIK, MALANG – Menjelang Atria Wedding Fair 2026, Atria Hotel Malang menggelar Wedding Series Podcast bertajuk “Wedding Trends 2027: Masih Timeless atau Makin Personal?”. Kegiatan tersebut membahas perubahan tren pernikahan yang diperkirakan berkembang pada 2027, termasuk semakin personalnya konsep yang dipilih calon pengantin.
Tren pernikahan kini banyak dipengaruhi media sosial. TikTok, Instagram, Pinterest, hingga berbagai konten pernikahan membuat calon pengantin memiliki lebih banyak referensi untuk menentukan konsep acara.
Namun, banyaknya pilihan juga membuat calon pengantin perlu menentukan konsep yang sesuai dengan karakter pasangan, keluarga, anggaran, hingga suasana yang ingin dibangun.
Hal tersebut dibahas dalam podcast yang dipandu MC Ipin Irfani dengan menghadirkan pelaku industri pernikahan dari bidang wedding organizer, bridal, dan entertainment.
Nuril dari Feliz Wedding Organizer mengatakan referensi dari media sosial dapat menjadi inspirasi, tetapi tidak semua tren perlu diterapkan dalam sebuah acara.
“Sekarang calon pengantin punya referensi yang jauh lebih banyak. Menurut saya itu bagus, tapi jangan sampai semua yang sedang viral harus dimasukkan. Konsep wedding tetap perlu disesuaikan dengan karakter pasangan, keluarga, budget, dan suasana yang ingin mereka rasakan di hari tersebut,” ujarnya.
Busana Pengantin Makin Personal
Tren personalisasi juga terlihat dari pilihan busana pengantin. Lia dari Anarav Label Malang mengatakan calon pengantin kini tidak hanya mempertimbangkan model yang sedang populer, tetapi juga bentuk tubuh, kenyamanan, karakter, venue, hingga konsep pernikahan secara keseluruhan.
“Sekarang bride tidak hanya mencari gaun yang cantik atau sedang tren. Mereka mulai mencari busana yang benar-benar terasa seperti dirinya sendiri. Dari siluet, detail, material sampai warna, semuanya semakin personal dan disesuaikan dengan karakter pengantin serta konsep wedding-nya,” jelas Lia.
Menurutnya, referensi dari media sosial tetap dapat digunakan sebagai titik awal. Namun, busana perlu disesuaikan agar pengantin tetap nyaman dan percaya diri saat mengenakannya.
“Kadang bride datang membawa banyak referensi dari Pinterest atau Instagram. Tugas kami bukan hanya membuat persis seperti referensinya, tetapi membantu menemukan bagian mana yang paling cocok untuk dirinya. Karena gaun yang terlihat bagus di foto belum tentu memberikan rasa percaya diri yang sama ketika dipakai,” tambahnya.
Entertainment Jadi Bagian dari Pengalaman
Selain busana, hiburan juga menjadi bagian yang semakin diperhatikan dalam konsep pernikahan. Live band, DJ, dancer, surprise performance, couple performance, hingga hiburan interaktif menjadi sejumlah pilihan yang mulai banyak dieksplorasi calon pengantin.
Vinoqi dari Vinoqi Entertainment mengatakan pemilihan hiburan perlu disesuaikan dengan karakter dan alur acara.
“Entertainment itu bukan hanya soal siapa yang tampil, tapi bagaimana kita membangun mood. Dari tamu pertama datang, saat dinner, sampai momen ketika suasananya mulai lebih fun, semuanya harus punya ritme. Jadi entertainment yang bagus bukan yang paling ramai, tetapi yang paling cocok dengan karakter wedding-nya,” tuturnya.
Konsep tradisional dan modern juga dinilai semakin mudah dipadukan. Unsur budaya tetap dapat dipertahankan, sementara musik, penampilan, dan tata acara diberikan sentuhan modern.
Tren Pernikahan 2027
Dalam podcast tersebut, sejumlah tren pernikahan 2027 turut dibahas, mulai dari intimate wedding, after party, live band, DJ, traditional dance, wedding content creator, dekorasi minimalis, hingga perpaduan konsep tradisional dan modern.
Dari sisi bridal, personalisasi diperkirakan tetap menjadi salah satu pendekatan yang relevan.
“Menurut saya, bridal yang timeless bukan berarti harus sederhana atau klasik. Yang membuatnya timeless justru ketika bride merasa nyaman dan percaya diri karena busananya benar-benar mewakili dirinya,” ujar Lia.
Dengan banyaknya referensi yang tersedia di media sosial, calon pengantin kini memiliki lebih banyak pilihan sekaligus tantangan dalam menentukan konsep. Karena itu, berbagai elemen pernikahan, mulai dari venue, busana, dekorasi, hiburan hingga rangkaian acara, perlu disusun agar memiliki karakter yang selaras.
Pembahasan mengenai tren tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Atria Wedding Fair 2026, Forever Begins Here, yang akan digelar pada 17–18 Oktober 2026 di Atria Hotel Malang.
Atria Wedding Fair 2026 akan mempertemukan calon pengantin dengan berbagai vendor pernikahan, mulai dari wedding organizer, entertainment, bridal hingga penyedia kebutuhan pernikahan lainnya. Calon pengantin juga dapat melihat langsung venue dan mencari referensi untuk menyusun konsep pernikahan mereka.
