Kampus 3 UM Blitar Tumbuh Jadi Magnet Pendidikan Tinggi di Jatim Selatan

14 Mei 2026 04:16 14 Mei 2026 04:16

Illa Khoirur R., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kampus 3 UM Blitar Tumbuh Jadi Magnet Pendidikan Tinggi di Jatim Selatan

Ilustrasi suasana belajar di UM siap menjadi magnet pendidikan tinggi Jatim (Foto: dok.Humas UM)

KETIK, MALANG – Kampus 3 Universitas Negeri Malang di Kota Blitar terus menunjukkan perkembangan sebagai pusat pendidikan tinggi baru di wilayah Jawa Timur selatan.

Penguatan kelembagaan, peningkatan fasilitas, hingga dorongan penambahan program studi menjadi langkah UM memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat daerah.

Kepala Unit Pelaksana Akademik di Kampus Blitar, Yohannes Kurniawan Barus, mengatakan transformasi Kampus 3 UM dilakukan secara bertahap agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang terus meningkat di Blitar dan sekitarnya.

“Setelah menjadi unit sendiri, pengelolaan kampus menjadi lebih mandiri, termasuk dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan akademik maupun nonakademik,” ujarnya saat ditemui di Kampus 3 UM Blitar, Selasa (12/5).

Sebelumnya, Kampus 3 UM berada di bawah pengelolaan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM. Namun sejak 2024, kampus tersebut resmi berdiri sebagai Unit Pelaksana Akademik di Kampus Blitar (UPAKB) yang berada langsung di bawah koordinasi Wakil Rektor I bidang akademik.

Jabatan kepala unit pertama diemban Alif Mudiono sebelum dilanjutkan oleh Dr. Yohannes sejak Juli 2025.

Saat ini, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP UM menjadi program studi utama yang menjalankan perkuliahan di Kampus 3 UM Blitar. Setiap angkatan terdiri atas tiga kelas dengan total lebih dari 400 mahasiswa aktif dari empat angkatan.

Selain memperkuat sistem kelembagaan, Kampus 3 UM juga terus melakukan pembenahan fasilitas pembelajaran. Pengembangan dilakukan melalui pengadaan fasilitas perpustakaan, optimalisasi ruang belajar, hingga penyediaan sarana penunjang akademik yang lebih nyaman bagi mahasiswa.

Tak hanya fokus pada akademik, kampus ini juga aktif mendorong pengembangan organisasi mahasiswa melalui Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) dan Unit Aktivitas Mahasiswa (UAM). Upaya tersebut berdampak pada meningkatnya prestasi mahasiswa, mulai dari capaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional hingga prestasi olahraga di tingkat universitas maupun fakultas.

Produktivitas akademik dosen pun menunjukkan tren positif. Selama tiga tahun berturut-turut, dosen Kampus 3 UM berhasil memperoleh hibah penelitian Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM). Berbagai seminar, workshop, hingga program pengembangan kompetensi mahasiswa juga rutin digelar guna memperkuat kualitas lulusan.

Kampus 3 UM juga mengembangkan konsep Kampus Berdampak melalui kolaborasi dengan sekolah dan pemerintah daerah di Blitar. Kerja sama tersebut meliputi magang mengajar, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pelatihan pendidikan bersama Dinas Pendidikan.

“Kami sering dilibatkan dalam kegiatan pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan. Bahkan, sekolah-sekolah di Blitar sempat meminta mahasiswa PGSD UM membantu mengatasi kekurangan guru,” kata Dr. Yohannes.

Keberadaan TK Lab, SD Lab, dan SMP Lab di kawasan Kampus 3 UM turut memperkuat ekosistem pendidikan terpadu. Fasilitas tersebut menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai produk edukasi, seperti media pembelajaran kreatif hingga poster anti-bullying yang digunakan langsung di sekolah laboratorium.

Selain menjadi pusat pendidikan, kawasan Kampus 3 UM juga memiliki nilai sejarah karena merupakan bekas Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pertama di Jawa Timur dengan sejumlah bangunan berstatus cagar budaya.

Menurut Dr. Yohannes, antusiasme masyarakat terhadap Kampus 3 UM terus meningkat. Banyak orang tua berharap UM membuka lebih banyak program studi di Blitar agar akses pendidikan tinggi berkualitas semakin dekat tanpa harus ke Kota Malang.

“Kami melihat harapan masyarakat sangat besar. Kehadiran UM di Blitar dipandang sebagai peluang untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus jauh dari keluarga,” tuturnya.

Pengembangan Kampus 3 UM Blitar sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan akses pendidikan antardaerah. Kehadiran kampus ini diharapkan mampu memperluas kesempatan generasi muda Jawa Timur selatan memperoleh pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berdaya saing.(*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas Negeri Malang UM Pendidikan Tinggi Negeri