KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjajaki pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Hakim melalui program KERTAGAMA (Klinik Edukasi dan Rekrutmen Talenta Calon Hakim) yang diinisiasi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam kegiatan diskusi dan sharing session di Kantor PTA Surabaya, Rabu (24/6/2026). Pertemuan itu dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Malang Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., serta Ketua Pengadilan Agama Kota Malang Dr. Hj. Nurul Maulidah, S.Ag., M.H., sebagai mitra strategis Fakultas Syariah UIN Malang.
Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H., mengatakan bahwa rencana pelaksanaan Bimtek Calon Hakim merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara PTA Surabaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam upaya memperkuat sinergi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama.
"Kami merespons program KERTAGAMA dengan sangat positif. Banyak mahasiswa semester akhir maupun alumni yang menanyakan adanya bimbingan teknis calon hakim sebagai bekal menghadapi proses seleksi," ujarnya.
Ia menambahkan, lulusan Fakultas Syariah UIN Malang memiliki rekam jejak yang baik dalam dunia kerja. Pada 2024, sebanyak 164 lulusan berhasil diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai instansi, mulai dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, penghulu, penyuluh agama Islam, hingga Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menyambut baik inisiatif Fakultas Syariah UIN Malang untuk menyelenggarakan Bimtek Calon Hakim.
"Saya sangat senang menerima kunjungan dari kalangan akademisi. Tidak setiap hari PTA Surabaya mendapat kunjungan dari perguruan tinggi. Kehadiran Fakultas Syariah UIN Malang menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan. Kami mendukung pelaksanaan bimbingan teknis calon hakim yang akan diselenggarakan di UIN Malang," ungkapnya.
Menurutnya, program KERTAGAMA dirancang untuk meningkatkan kualitas calon hakim sekaligus mencetak generasi peradilan yang unggul, profesional, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian PTA Surabaya, H. Muhammad Nidzom Anshori, S.H., M.H., menjelaskan bahwa KERTAGAMA lahir sebagai tindak lanjut kerja sama PTA Surabaya dengan berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
"Pasca-MoU dengan perguruan tinggi di Jawa Timur, kami berupaya menghadirkan program yang berkualitas dan berdampak. Selain mendukung pengembangan pendidikan hakim melalui studi lanjut S-2 dan S-3, kami juga menghadirkan KERTAGAMA yang menyasar mahasiswa dan alumni PTKIN," jelasnya.
Menurut Nidzom, pelaksanaan perdana program tersebut mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta, khususnya lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam yang memiliki minat berkarier di lingkungan peradilan agama.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., menyambut baik program KERTAGAMA karena selaras dengan kebutuhan mahasiswa dan alumni yang berminat berkarier di lingkungan peradilan agama.
"Bimtek ini merupakan langkah awal dalam upaya pembinaan dan persiapan calon hakim peradilan agama agar lebih siap menghadapi proses seleksi yang semakin kompetitif. Selain memberikan penguatan akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi dan pembentukan mental bagi para peserta yang bercita-cita menjadi hakim," tegasnya.
Melalui sinergi antara PTA Surabaya dan Fakultas Syariah UIN Malang, diharapkan program KERTAGAMA dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi calon hakim, sekaligus melahirkan generasi penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan berkomitmen mewujudkan keadilan bagi masyarakat.
.png)