DPRD Pacitan Minta Wali Murid Ikhlaskan Buah Hati saat Ditegur Guru di Sekolah

25 Juni 2026 16:14 25 Jun 2026 16:14

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail DPRD Pacitan Minta Wali Murid Ikhlaskan Buah Hati saat Ditegur Guru di Sekolah

Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko meminta orang tua tidak selalu membela anak saat mendapat teguran dari guru demi mendukung pembentukan karakter peserta didik. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, Rudi Handoko, mengingatkan para orang tua agar tidak selalu membela anak ketika mendapat teguran dari guru di sekolah. 

Menurutnya, sikap tersebut justru dapat menghambat proses pembentukan karakter dan pendidikan anak.

Rudi mengatakan pembinaan karakter tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah. 

Menurutnya, orang tua juga harus memiliki cara pandang yang sama dengan guru dalam mendidik anak agar proses pendidikan berjalan efektif.

"Jangan sampai anak salah lalu diingatkan guru, tetapi orang tuanya justru tidak terima. Kalau seperti itu, proses pendidikan akan sulit berjalan karena pola pikirnya tidak sejalan," ujar Rudi, Kamis, 25 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya fenomena anak-anak yang mulai menirukan perkataan kasar layaknya orang dewasa karena terpapar media sosial (medsos). 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari pesatnya perkembangan teknologi dan mudahnya akses anak terhadap berbagai konten di media sosial.

"Perkembangan teknologi sekarang luar biasa. Anak kecil sudah memegang handphone dan gadget. Di situlah kadang muncul hal-hal yang mungkin di luar harapan kita. Tidak ada sekolah maupun orang tua yang ingin anaknya seperti itu," katanya.

Karena itu, ia meminta orang tua tidak hanya memberikan telepon genggam kepada anak, tetapi juga melakukan pendampingan dan pengawasan secara intensif.

"Kalau anak sudah dibelikan handphone, pengawasannya juga harus diperkuat. Jangan sampai anak bebas mengakses apa saja tanpa ada kontrol dari keluarga," tambahnya.

Di sisi lain, Komisi II DPRD Pacitan juga mendorong penguatan pendidikan karakter di sekolah. 

Salah satunya melalui koordinasi dengan Kementerian Agama untuk memetakan sekolah yang masih kekurangan guru pendidikan agama.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Kami ingin mengetahui sekolah mana saja yang masih kekurangan guru agama agar bisa dicarikan solusi bersama," ujarnya.

Rudi menilai sejumlah sekolah telah melakukan inovasi dalam membangun karakter peserta didik, seperti memperkuat pembelajaran mengaji, doa bersama sebelum kegiatan belajar mengajar, hingga berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

"Kami pernah menanyakan langsung kepada sekolah, inovasi apa yang dilakukan untuk menekan kenakalan anak dan kebiasaan berkata kasar. Ternyata ada sekolah yang memperkuat pembelajaran mengaji dan doa bersama. Hal-hal seperti itu kami dukung," ungkapnya.

Menurut Rudi, keberhasilan pendidikan karakter hanya dapat terwujud apabila sekolah, orang tua, dan pemerintah memiliki tujuan yang sama dalam mendidik anak.

Karena itu, DPRD meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga agar pembinaan karakter berjalan beriringan.

"Harapan kami semua memiliki tujuan yang sama, yaitu mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik sesuai kurikulum dan nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Rudi Handoko DPRD Pacitan Komisi II DPRD Pendidikan karakter guru Pacitan orang tua siswa Dinas Pendidikan Pacitan Media Sosial Anak Info Pacitan Berita Pacita