KETIK, SURABAYA – Jombang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah sekitar 1.159,50 km², berdasarkan data statistik tahun 2005.
Secara geografis, Jombang menempati posisi strategis di jalur lintas selatan Pulau Jawa, sehingga memiliki akses yang mudah dijangkau dari berbagai kota penting seperti Surabaya, Mojokerto, hingga Kediri.
Wilayah ini menjadikan Jombang tidak hanya sebagai wilayah transit, tetapi juga pusat aktivitas pendidikan dan keagamaan yang cukup berpengaruh.
Jombang dikenal luas dengan “Kota Santri”. Julukan ini lahir dari banyaknya pondok pesantren besar yang berdiri dan berkembang di wilayah tersebut.
Di antara sekian banyak pesantren, terdapat beberapa yang memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan Islam.
Salah satunya adalah Pondok Pesantren Tebuireng. Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari, tokoh ulama sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama. Berdiri sejak 3 Agustus 1899 Masehi.
Tebuireng berlokasi di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, sekitar 8 kilometer dari pusat kota, dan dikenal sebagai pesantren berbasis kajian kitab kuning yang melahirkan banyak tokoh penting.
Selain itu, terdapat Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin yang berada di bawah naungan Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas.
Pesantren ini didirikan pada tahun 1994 Masehi oleh KH. Moch Djamaluddin Ahmad dan menjadi bagian dari pendidikan Islam di kawasan Tambakberas.
Lingkungan pesantren ini dikenal aktif dalam mempelajari keilmuan dan spiritual santri dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pesantren lainnya adalah Pondok Pesantren Darul Ulum yang berlokasi di Rejoso, Peterongan. Didirikan oleh Tamim Irsyad pada tahun 1885 Masehi.
Pesantren ini berkembang pesat dengan dukungan para ulama besar, termasuk KH. Kholil Bangkalan yang memiliki peran penting dalam jaringan keilmuan pesantren di Jawa.
Darul Ulum dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam modern yang tetap menjaga tradisi keilmuan tradisional.
Sementara itu, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar menjadi bagian dari sejarah panjang Jombang sebagai Kota Santri.
Pesantren ini didirikan oleh KH. Bisri Syansuri pada tahun 1997 Masehi.
Sebagai ulama ahli fikih sekaligus tokoh penting dalam pendirian Nahdlatul Ulama, kontribusinya menjadikan pesantren ini sebagai salah satu pusat rujukan keilmuan tentang keislaman. (*)
