KETIK, KEDIRI – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Melalui program Magang Industri MBKM, mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Universitas Brawijaya (UB) PSDKU Kediri, Muhammad Zahran, memperoleh pengalaman berharga di PT Sumberlaut Begindo, perusahaan yang bergerak di bidang industri perikanan.
Di bawah bimbingan dosen Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc., Zahran menjalani magang selama kurang lebih lima bulan. Selama periode tersebut, ia tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional perusahaan.
Pada divisi administrasi dan pemasaran, Zahran dipercaya untuk merekap hasil penjualan, membuat invoice, serta menyusun daftar penawaran produk kepada pelanggan. Ia juga ikut mengelola media sosial perusahaan, membantu layanan pelanggan, menyusun katalog produk, hingga membuat konten kreatif untuk mendukung branding restoran dan promosi perusahaan.
Tak hanya berkutat di balik meja, mahasiswa angkatan 2023 itu juga terjun ke lapangan. Ia ikut melakukan stock opname, mengemas produk ikan, membantu proses pengiriman, membongkar kardus kemasan, hingga menurunkan muatan ikan dari truk distribusi.
Aktivitas Zahran saat kunjungan kerja dan pemeriksaan kualitas produk untuk memastikan standar mutu perusahaan tetap terjaga (Foto : Muhammad Zahran/Mahasiswa PSDKU UB Kediri)
"Melalui magang ini, saya bisa meningkatkan kemampuan hard skill maupun soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja setelah lulus nanti," ujar Zahran.
Pengalaman lainnya yang tak kalah berharga adalah keterlibatannya dalam proses pengendalian mutu atau quality control. Zahran turut melakukan pengecekan kualitas produk untuk memastikan ikan yang dipasarkan tetap dalam kondisi prima dan layak jual. Ia juga mendampingi proses pemeriksaan produk oleh badan karantina serta melayani buyer yang datang langsung ke pabrik untuk melihat kualitas produk unggulan PT Sumberlaut Begindo.
Selama magang, Zahran juga berkesempatan mempelajari alur pengolahan ikan secara menyeluruh, mulai dari proses fillet, pemberian karbon monoksida (CO) untuk mempertahankan warna alami ikan, hingga tahap pemotongan dan penggilingan sebelum menjadi produk siap jual.
Setelah itu, produk menjalani proses vakum dan pembekuan ekstrem dengan suhu mencapai minus 40 derajat Celsius guna menjaga kualitas, nutrisi, dan kesegaran ikan hingga sampai ke tangan konsumen.
Selain menjalankan aktivitas di perusahaan, Zahran turut memperluas wawasan melalui berbagai webinar, pameran, dan kegiatan industri yang diikuti selama program magang berlangsung.
Menurutnya, pengalaman selama lima bulan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.
"Melalui kegiatan Magang Industri MBKM ini, saya mendapatkan pengalaman kerja nyata, wawasan bisnis yang luas, serta pembelajaran baru mengenai industri perikanan dari sudut pandang yang sangat nyata. Ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk melangkah menjadi profesional di sektor perikanan Indonesia," pungkasnya.
Program MBKM sendiri diharapkan terus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. (*)
.png)