Belajar Bahasa hingga Jelajah Bromo, Lima Mahasiswa Asing Siap Lanjut Studi di UB

23 Juni 2026 16:57 23 Jun 2026 16:57

Fisca Tanjung

Editor
Thumbnail Belajar Bahasa hingga Jelajah Bromo, Lima Mahasiswa Asing Siap Lanjut Studi di UB

Lima mahasiswa internasional penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) resmi menuntaskan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), Senin, 22 Juni 2026. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Lima mahasiswa internasional penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) resmi menuntaskan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), Senin, 22 Juni 2026.

Setelah hampir 10 bulan belajar bahasa dan budaya Indonesia, mereka kini bersiap melanjutkan pendidikan di program studi masing-masing.

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Rwanda, Nigeria, Timor Leste, Tanzania, dan Botswana. Selama mengikuti program, mereka tidak hanya mempelajari bahasa Indonesia, tetapi juga mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan di luar kelas.

Dekan FIB UB, Sahiruddin, mengatakan Program BIPA menjadi bekal penting bagi mahasiswa asing sebelum memasuki perkuliahan. Menurutnya, kemampuan bahasa dan pemahaman budaya akan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan akademik di UB.

“Program BIPA ini sangat penting karena memberikan persiapan kepada calon mahasiswa luar negeri yang akan belajar di UB agar memiliki pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan pemahaman budaya. Dengan demikian, ketika mulai kuliah, mereka telah memiliki kesiapan akademik maupun nonakademik,” jelasnya.

Ia menegaskan, berakhirnya Program BIPA bukan berarti hubungan mahasiswa dengan FIB UB ikut selesai.

“Ini bukan perpisahan karena setelah ini semuanya akan belajar di fakultas masing-masing. FIB UB merupakan rumah pertama bagi mahasiswa KNB. Apabila nanti menghadapi kesulitan, kami tetap siap membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menyebut para mahasiswa internasional memiliki peran sebagai duta Indonesia di tingkat global.

“Anda semua adalah duta besar kami. Mewakili pimpinan, saya mengucapkan selamat karena telah melewati satu fase pembelajaran di UB. Optimalkan waktu yang ada dan jangan segan berkomunikasi dengan pihak kampus apabila mengalami kesulitan,” pesannya.

Selama mengikuti Program BIPA, para mahasiswa juga diajak mengenal budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan, mulai dari mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Malang, belajar Topeng Malangan, hingga berwisata ke Gunung Bromo.

Salah satu peserta asal Timor Leste, Ilda Fatima Soares, mengaku pengalaman selama belajar di UB memberikan kesan mendalam. Bahkan, ia bercita-cita mengajarkan bahasa Indonesia di negaranya setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami tidak hanya belajar tentang bahasa dan budaya, tetapi juga belajar tentang persahabatan dan kehidupan. Indonesia adalah tempat bagi mahasiswa untuk belajar dan menuntut ilmu. Kami merasa aman dan nyaman belajar di sini,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, para peserta menerima sertifikat kelulusan Program BIPA. Penghargaan mahasiswa berprestasi diberikan kepada Ilda Fatima Soares, sementara suasana penutupan semakin berkesan saat Kombo Ali Kombo dari Tanzania membacakan puisi "Pada Suatu Hari Nanti" karya Sapardi Djoko Damono. (*)

Tombol Google News

Tags:

Program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Bipa Ub Bipa Fakultas Ilmu Budaya FIB UB Universitas Brawijaya UB mahasiswa asing Dekan Fib Ub Sahiruddin