KETIK, BANDUNG – KONI Kabupaten Bandung memastikan pembinaan cabang olahraga tetap berjalan dan komunikasi dengan seluruh cabor hingga kini berlangsung kondusif menjelang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) XV di Kota Bogor pada November 2026.
KONI juga menyatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp6,3 miliar untuk mendukung pembinaan atlet dan persiapan kontingen Kabupaten Bandung untuk ikut serta di Porprov 2026.
“Anggaran tersebut akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing tahapan di masing-masing cabor. Antara lain untuk program latihan, try out, perlengkapan, persiapan atlet menuju Porprov, sampai dengan keberangkatan kontingen nantinya," kata Ketua KONI Kabupaten Bandung Yana Suryana di Sekretariat KONI Kabupaten Bandung, Kamis (16/4/2026).
Menurut Yana, proses penyaluran anggaran dilakukan secara bertahap dan terukur agar benar-benar menyentuh kebutuhan atlet dan cabor. Seluruh penggunaan anggaran dibahas bersama dalam rapat pimpinan dan rapat pleno bersama seluruh cabor sehingga setiap program pembinaan memiliki dasar dan kesepakatan yang jelas.
Lebih dari itu, imbuh Ustadz Persib, anggaran tersebut juga telah digunakan untuk bonus operasional pembinaan (BOP) atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga, pemberian beasiswa S1 bagi atlet, pelaksanaan tes fisik bagi lebih dari 400 atlet, hingga dukungan sarana dan prasarana latihan.
“Semua tahapan sudah berjalan. Tes fisik atlet sudah dilakukan, pembinaan terus berjalan di masing-masing cabor, dan komunikasi antara KONI dengan pengurus cabor juga sampai hari ini tetap baik dan kondusif,” ujarnya.
Yana menegaskan, pembinaan atlet di Kabupaten Bandung tidak hanya berfokus pada target medali, tetapi juga membangun sistem yang terencana dan berkelanjutan.
“Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu kami tidak menerapkan pola yang sama untuk semua cabor. KONI terus berkoordinasi dan mendampingi agar kebutuhan atlet, pelatih, sarana latihan, hingga kesiapan bertanding dapat terpenuhi,” ujarnya.
Pihaknya ingin memastikan atlet tidak hanya diminta berprestasi, tetapi juga mendapat dukungan yang layak. Karena itu, pembinaan dilakukan secara bertahap, terbuka, dan dibahas bersama seluruh cabang olahraga.
Menurut Yana, seluruh penggunaan anggaran dilakukan berdasarkan hasil rapat pimpinan dan rapat pleno bersama cabang olahraga. Dengan demikian, setiap program dan kebutuhan yang dijalankan memiliki dasar kesepakatan dan pengawasan bersama.
“KONI tidak bekerja sendiri, dan atlet maupun cabor juga tidak kami biarkan berjalan sendiri. Semua dilakukan bersama-sama dengan komunikasi yang terbuka agar target Kabupaten Bandung di Porprov 2026 bisa tercapai,” tegasnya.(*)
