KETIK, MALANG – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan evaluasi aspek keselamatan transportasi di jalur Gunung Bromo. Ini dilakukan pascakecelakaan tunggal jip wisata yang menimbulkan dua korban meninggal.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengatakan bahwa upaya evaluasi akan menggandeng stakeholder terkait.
"TNBTS akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk mengevaluasi keselamatan transportasi wisata," jelasnya, Minggu, 31 Mei 2026.
Ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Rinciannya, peningkatan pengawasan kelayakan operasional kendaraan wisata, komitmen pelaku jasa wisata terhadap standar keselamatan, kesiapsiagaan dan koordinasi saat keadaan darurat.
Selain itu, juga menyasar pada mekanisme respons dan evakuasi apabila terjadi insiden di jalur menuju kawasan wisata.
"Kami mendukung penuh seluruh proses penanganan yang dilakukan oleh kepolisian, di dalam mengungkap secara utuh penyebab laka jip. Sehingga, langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dapat diterapkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa," bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Balai Besar TNBTS juga menyampaikan duka cita atas terjadinya kecelakaan jip wisata.
"Terkait kejadian kecelakaan yang terjadi, kami menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah jip wisata mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bromo pada Jumat, 29 Mei 2026. Kecelakaan terjadi di jalan Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, menuju Lautan Pasir Bromo.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang korban meninggal dunia, Muhammad Sonif asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang (sopir) dan Yolanda Anggraeni (penumpang atau wisatawan)
Kejadian itu bermula saat jip bernopol BG 1478 EF melaju dari arah utara menuju selatan. Saat melintas di lokasi kejadian, jip menabrak tebing dan akhirnya terguling.
Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, kecelakaan terjadi diduga karena kegagalan fungsi pengereman.(*)
