KETIK, TRENGGALEK – Meskipun tampil dengan 10 pemain Persiga Trenggalek berhasil mengalahkan Blitar Poetra1-0 pada babak penyisihan Piala Soeratin U-17 Jatim, grup N, di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Sabtu 19 Agustus 2026. Gol sematang Persiga dicetak oleh Revin Dwi Ramandhanu menit ke-71.
Persiga Trenggalek harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-63 setelah Ahmad Doni Alfaro diganjar kartu merah oleh wasit, karena dianggap melanggar pemain Blitar Poetra di depan area kotak penalti.
Sejak kick off babak pertama dimulai Persiga langsung mengambil inisiatif menyerang dan banyak menciptakan beberapa peluang, sayang gagal dikonversi menjadi gol. Sementara Blitar Poetra bermain lebih menjaga kedalaman dan mengandalkan counter attac. Hingga babak pertama berakhir skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, tuan rumah Persiga tidak mengendorkan serangan dan tetap mendominasi jalannya pertandingan. Keasyikan menyerang, petaka terjadi pada menit ke-63.
Melalui serangan balik cepat, pemain Blitar Poetra mencoba merengsek masuk ke area penalti. Namun lajunya dihentikan oleh Alfaro dengan pelanggaran keras. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah.
Walaupun bermain dengan 10 orang, anak asuh Bimo Romadhani tetap bermain menyerang dengan mengandalkan kecepatan kedua pemain sayapnya. Alhasil, melalui serangan terencana dari sayap kanan, Revin Dwi berhasil memecah kebuntuan melaui sontekan pada menit ke-71. Skor 1-0 untuk Persiga.
Pada 15 menit terakhir, giliran Blitar Poetra mengurung pertahanan Persiga, namun mampu digagalkan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 1-0. Dengan hasil ini, Tim Gajah Putih meraih poin 3, sama dengan PSBR Blitar yang pada pertandingan pertama menang 1-0 atas Perspa Pacitan.
Ketua Umum Persiga, Ayup Nualak, cukup senang dengan hasil yang diraih dan menyebut Revi Dwi dan koleganya cukup mendominasi pertandingan.
"Banyak peluang tercipta baik pada babak pertama atau kedua. Sayang hanya satu gol yang tercipta," ucapnya kepada Ketik.com.
Ayup mengakii penyelesaian akhir menjadi bagian yang mungkin akan dievalauasi oleh jajaran pelatih. "Nanti kita akan diskusikan dengan jajaran pelatih. Tentunya dengan beberapa solusi," ujarnya.
Kemudian, ia cukup optimistis pada laga kedua, 21 Agustus lusa Persiga mampu mengalahkan Perspa Pacitan, sekaligus mengunci tiket lolos fase grup. "Insyaallah anak-anak akan tampil lebih trengginas dan meraih poin penuh," ungkapnya.
Sementara itu, pelatih kepala Persiga, Bimo Romadhani mengaku kurang puas dengan penampilan anak asuhnya, karena gagal mencetak lebih dari satu gol.
"Secara umum anak-anak sudah tampil baik dan menjalankan intruksi pelatih, sayang penyelesaian akhir yang kurang maksimal," ungkapnya.
Ia berjanji akan mengevaluasi secara keseluruhan menjelang lawan Perspa, salah satunya mencari pemain pengganti yang terkena kartu merah. "Insiden kartu merah saya kira wajar, karena pemain lawan akan langsung berhadapan dengan penjaga gawang jika tidak dihentikan," tandasnya.(*)
.png)