1.306 Atlet dari Jakarta hingga Bali Ikuti Kejuaraan Wushu di Kota Kediri

17 Oktober 2026 07:30 17 Okt 2026 07:30

Angga Prasetya, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 1.306 Atlet dari Jakarta hingga Bali Ikuti Kejuaraan Wushu di Kota Kediri

Peserta atlet wushu saat mengikuti pertandingan yang berlangsung di Gor Jayabaya Kota Kediri, 16 Oktober 2026. (Foto: Pemkot Kediri)

KETIK, KEDIRI – Sebanyak 1.306 atlet mengikuti Kejuaraan Provinsi Wushu Jawa Timur dan Kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Kediri yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di GOR Jayabaya Kota Kediri.

Ajang ini menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter melalui olahraga.

Kejuaraan ini dibuka oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada Jumat 16 Oktober 2026. Para atlet berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, hingga 29 kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka bertanding dalam dua kategori, yakni taolu dan sanda.

Mbak Wali mengungkapkan kebanggaannya karena Kota Kediri menjadi tuan rumah kejuaraan wushu. Ia berharap ajang ini dapat memotivasi atlet muda untuk terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi.

"Melalui wushu, kita belajar kedisiplinan, ketekunan, pengendalian diri, dan keberanian. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter," tuturnya.

Menurut Mbak Wali, kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter dan peningkatan kemampuan atlet. Ia berharap para atlet terus berkembang hingga mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional, mengikuti jejak para atlet senior.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Jawa Timur Ali Affandi mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah. Menurutnya, wushu Jawa Timur telah menunjukkan prestasi di berbagai ajang, mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga SEA Games.

Atlet Jawa Timur juga berkontribusi memperkuat tim Indonesia di kompetisi internasional, termasuk meraih prestasi di Brazil. Ali menambahkan, wushu tidak hanya melatih kemampuan teknis olahraga, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan mengendalikan diri di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.

"Kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas atlet sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi Porprov tahun depan dan seleksi menuju PON untuk kembali mewakili Jawa Timur," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, ofisial, dan orang tua yang telah mendukung para atlet selama menjalani latihan. Dukungan tersebut dinilai penting bagi perkembangan dan prestasi atlet wushu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemerintah Kota Kediri Kota Kediri Mbak Wali gus qowim Koni kota Kediri