KETIK, MALANG – Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang saat ini mengemban amanah sebagai Sekretaris Amirul Hajj, bersama Menteri Haji, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Wakil Menteri Agama RI, serta tim Amirul Haj lainnya, melakukan peninjauan langsung ke Arafah pada Jumat, 22 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan tenda agar seluruh jemaah Indonesia mendapatkan tempat tinggal yang layak selama puncak ibadah haji.
Dalam peninjauan tersebut, Prof. Ilfi bersama tim memastikan kesiapan aspek utama layanan jemaah, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi hingga kesehatan jemaah yang juga tidak kalah penting. Penataan distribusi tenda juga terus dilakukan secara terukur agar seluruh jemaah dapat beribadah di Padang Arafah dengan nyaman dan tertib.
Melalui akun Instagram resminya, Prof. Ilfi turut menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dengan tidak melakukan klaim sepihak terhadap fasilitas yang dapat merugikan jemaah lain. Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh layanan berjalan adil dan sesuai aturan.
Tenda-tenda yang disiapkan telah dilengkapi alas dan bantal untuk mendukung kenyamanan jemaah dalam beristirahat maupun beritikaf. Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Amirul Hajj dalam menjaga kualitas layanan haji secara menyeluruh.
“Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga kualitas layanan haji, agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan,” ujar Prof. Ilfi menyampaikan pesan Menteri Haji.
Secara khusus, Prof. Ilfi memberikan perhatian lebih pada pemenuhan kebutuhan jemaah perempuan. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena kebutuhan perempuan dalam pelaksanaan ibadah haji cenderung lebih kompleks dan memerlukan dukungan fasilitas yang lebih memadai.
Selain jumlah jemaah perempuan yang lebih banyak, mencapai selisih 5,8 persen dibandingkan laki-laki. Selain itu, perempuan juga membutuhkan akses sanitasi yang lebih intens, ketersediaan air yang cukup, serta fasilitas yang lebih representatif untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan selama beribadah.
Karena itu, penyediaan toilet dan air bersih dipastikan dalam jumlah yang lebih proporsional, termasuk penambahan fasilitas WC duduk yang ramah bagi jemaah lansia, difabel, dan perempuan dengan kebutuhan khusus.
“Kebutuhan air dan jumlah toilet jemaah perempuan dan lansia harus disiapkan lebih. Selain jumlahnya yang lebih banyak, kebutuhan layanan mereka juga lebih beragam, sehingga harus direspons dengan fasilitas yang memadai,” jelas Prof. Ilfi.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada satu pun jemaah yang terabaikan, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan.
“Tidak boleh ada jemaah yang terabaikan, termasuk dalam hal ketersediaan tenda sebagaimana menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Prof. Ilfi Nur Diana bersama seluruh tim Amirul Hajj berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan kepada jemaah haji Indonesia. (Foto: Prof. Ilfi Nur Diana)
Prof. Ilfi juga menekankan bahwa ibadah haji merupakan momentum kebersamaan yang harus dijalankan dengan prinsip keadilan dalam pelayanan.
“Haji adalah tentang kebersamaan dan keadilan dalam pelayanan. Tidak boleh ada yang merasa lebih berhak dari yang lain. Semoga seluruh proses haji tahun ini berjalan tertib, lancar, dan penuh keberkahan bagi seluruh tamu Allah,” pungkasnya.(*)
