Kebakaran di Bromo Meluas, Api Merambat ke Bukit Kingkong dan Seruni Point

13 Agustus 2026 17:10 13 Agt 2026 17:10

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kebakaran di Bromo Meluas, Api Merambat ke Bukit Kingkong dan Seruni Point

Proses pemadaman kebakaran yang terjadi di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Kamis, 13 Agustus 2026. (Foto: Korem 083/Baladhika Jaya)

KETIK, MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Kobaran api yang sebelumnya membakar kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta, Kabupaten Pasuruan, kini merambat hingga ke Bukit Kingkong, Kabupaten Probolinggo.

Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya sekaligus Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan dua titik api yang berada di Pakis Bincil dan Bukit Cinta mulai merambat ke wilayah lain, pada Rabu, 12 Agustus malam. 

“Api yang berada di Bukit Cinta merambat hingga ke Bukit Kingkong dan pada pagi hari ini sekitar pukul 03.30 WIB, kami melihat api sudah berada di bawah Seruni Point atau tepat di sekitar pos pemantauan," jelasnya, Kamis, 13 Agustus 2026. 

Kolonel Wahyu menjelaskan helikopter water bombing terus dimaksimalkan untuk percepatan pemadaman. Sebanyak tiga sorti penerbangan telah dilakukan untuk memadamkan titik kebakaran tersebut.

"Tadi pagi ini, kami sudah melaksanakan water bombing dari tiga sorti heli. Harapan kami, ini bisa dimaksimalkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dijangkau oleh personel," terangnya. 

Selain fokus pemadaman, pihaknya mewaspadai keberadaan hotspot (titik panas) yang berpotensi memicu titik api baru. Terlebih, titik panas tersebut berada di area lereng yang menyulitkan proses pemadaman darat.

"Ini yang perlu diwaspadai, karena rupanya ada loncatan api dari titik panas sehingga menyebabkan kebakaran di tempat sebelahnya dekat Argo Wulan. Sudah dipadamkan tetapi muncul lagi, karena letaknya berada di lereng yang tinggi," ungkapnya. 

Dalam operasi karhutla ini, sebanyak 1.500 personel gabungan yang dibantu warga setempat dikerahkan. Seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk pemadaman, pendinginan (cooling down), serta mencegah munculnya titik api baru.

"Jumlah personel gabungan dibantu dengan masyarakat berjumlah 1.500 orang. Kami akan terus menyesuaikan perkembangan dan berupaya mengejar target pemadaman sesuai rencana," bebernya. 

Kolonel Inf Wahyu menambahkan, keselamatan penerbangan selama operasi water bombing tetap menjadi prioritas utama. Kondisi cuaca harus dipastikan aman dan bebas dari gangguan kabut, baik saat proses pengambilan air maupun saat helikopter kembali ke pangkalan (Return to Base).

"Kami berharap, cuaca mendukung sehingga water bombing dapat berjalan maksimal. Saat pengambilan air maupun Return To Base atau, kondisi cuaca harus aman dan tidak berkabut," imbuhnya. 

Mengenai dampak karhutla, luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 900 hektare. Meski demikian, data tersebut masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan dan dievaluasi berkala hingga sore hari.

"Untuk luas area yang terdampak kebakaran, sekitar 900 hektare lebih. Namun, ini masih berkembang menunggu pembaruan data sore hari," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kebakaran Gunung Bromo Kawasan Tnbts Korem 083/Baladhika Jaya Bukit Kingkong kebakaran Bromo Bromo