Kasus Dugaan Kekerasan Mantan Kepsek SMPN 18 Malang, Kuasa Hukum Tunggu Hasil Visum Korban

27 September 2026 17:03 27 Sep 2026 17:03

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kasus Dugaan Kekerasan Mantan Kepsek SMPN 18 Malang, Kuasa Hukum Tunggu Hasil Visum Korban

Kuasa hukum para korban, Lilik Yuliana saat memberikan keterangan usai mendampingi enam korban tambahan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh eks kepsek SMPN 18 melapor ke Polresta Malang Kota pada Sabtu, 26 September 2026 kemarin (Foto : Kukuh/Ketik)

KETIK, MALANG – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum mantan kepala sekolah (kepsek) SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial MAH terus bergulir. Setelah membuat laporan resmi ke Polresta Malang Kota, kini delapan siswa yang menjadi korban masih menunggu hasil visum untuk melengkapi penyelidikan.

Kuasa hukum para korban, Lilik Yuliana, mengaku pihaknya masih menunggu hasil visum resmi dari tim medis. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk melengkapi berkas pelaporan di Polresta Malang Kota sekaligus menjadi alat bukti. 

"Sampai dengan saat ini, informasi yang kami dapatkan hasil visum masih belum keluar," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Ketik.com, Minggu, 27 September 2026. 

Di samping itu, untuk memulihkan trauma yang dialami oleh para siswa jelang kembali beraktivitas di sekolah, pihaknya telah menggandeng Dinsos P3AP2KB Kota Malang untuk memberikan trauma healing dan pendampingan psikologis secara intensif.

"Untuk kondisi psikologis anak-anak, kami masih melakukan upaya pendampingan psikologis yang difasilitasi penuh oleh pihak Dinsos," terangnya. 

Saat ditanya terkait potensi bertambahnya jumlah korban yang melapor, Lilik mengaku ada kemungkinan tersebut. Setidaknya, sudah ada delapan siswa dari kelas 7, 8, dan 9 yang telah resmi melapor ke polisi usai mengalami tindakan penamparan dan pemukulan oleh MAH terkait masalah baju adat lurik. 

Sebagai informasi, dua korban yang pertama melapor yakni RK alias RAF dan MP pada Jumat, 25 September. Kemudian disusul F, BA, ZY, UW, RS, dan R yang ikut melapor pada Sabtu, 26 September kemarin. 

Selain menunggu hasil visum, pihaknya juga masih menghimpun keterangan dan bukti dari saksi-saksi maupun siswa lain yang merasa menjadi korban. 

"Kami masih menunggu dan mengumpulkan beberapa keterangan dari saksi maupun siswa-siswa lainnya yang merasa menjadi korban," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dugaan kekerasan Oknum Mantan Kepsek Lilik Yuliana Hasil Visum Baju Adat Lurik