KETIK, JAKARTA – Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menyampaikan aspirasi dan dukungan terhadap masuknya investasi di wilayah mereka kepada Komisi III DPR RI.
Aspirasi tersebut disampaikan Juru Bicara Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Muhammad Amin, saat bertemu Ketua dan Anggota Komisi III DPR RI di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Dalam pertemuan itu, rombongan tokoh masyarakat diterima Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, bersama Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam yang juga menjabat Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, serta Muhammad Rahul.
Tokoh masyarakat turut menyerahkan petisi dukungan terhadap investasi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, petisi telah ditandatangani 1.115 penduduk atau sekitar 76,2 persen dari total masyarakat di kecamatan tersebut.
Muhammad Amin mengatakan, dukungan masyarakat antara lain didorong kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan bagi generasi muda di Beutong Ateuh Banggalang.
“Yang pertama sekali, kami membawa aspirasi masyarakat bahwa masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sejauh ini ingin ada lapangan kerja untuk masa depan anak-anak mereka,” ujar Amin, Jumat (18/9/2026).
Menurut Amin, investasi yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan diharapkan tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan sosial masyarakat.
Masyarakat, kata dia, berharap kehadiran investasi dapat disertai program peningkatan pendidikan, pemberian beasiswa, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin masa depan anak-anak Beutong Ateuh punya masa depan yang lebih baik dibandingkan orang-orang tua yang ada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang saat ini,” katanya.
Dorong Akses Ekonomi
Amin menjelaskan, kondisi geografis Beutong Ateuh Banggalang yang relatif jauh dari pusat pemerintahan menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut, lanjut dia, juga berdampak terhadap biaya distribusi hasil pertanian warga karena harus dibawa ke wilayah lain dengan jarak yang cukup jauh.
“Hasil pertanian masyarakat, misalnya, harus dibawa ke wilayah lain dengan jarak yang cukup jauh sehingga membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Karena itu, dengan adanya investasi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya membuka akses ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Meski mendukung investasi, Amin menegaskan masyarakat tetap menginginkan agar kegiatan usaha memperhatikan ketentuan hukum, kelestarian lingkungan, serta kearifan lokal.
Lingkungan dan Kearifan Lokal
Terkait kekhawatiran terhadap dampak investasi terhadap lingkungan, Amin mengatakan masyarakat memahami bahwa setiap kegiatan usaha harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Menurut dia, pemerintah memiliki regulasi dan mekanisme pengawasan yang dapat menjadi dasar untuk memastikan kegiatan investasi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta hak-hak masyarakat lokal.
“Kita punya aturan, punya pemerintah, dan punya regulasi yang harus diikuti oleh perusahaan atau para investor,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan perlu berjalan beriringan. Masyarakat juga berkepentingan menjaga kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya, termasuk situs cagar budaya serta makam-makam bersejarah.
Selain lapangan kerja, masyarakat berharap putra-putri Beutong Ateuh Banggalang memperoleh kesempatan mengikuti program ketenagakerjaan dan peningkatan kapasitas yang disediakan perusahaan.
Amin menilai keterbatasan kompetensi tenaga kerja lokal pada bidang pekerjaan tertentu dapat diatasi melalui kerja sama antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.
“Kita bisa bekerja sama dengan perusahaan. Anak-anak kita yang mungkin belum memiliki kapasitas sesuai yang dibutuhkan, bisa dibimbing dan dibina, bahkan disekolahkan terkait bidang-bidang yang dibutuhkan oleh perusahaan,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi dan pembahasan dengan pihak perusahaan perlu terus dilakukan agar kesempatan kerja serta program peningkatan kapasitas bagi masyarakat lokal dapat menjadi bagian dari pelaksanaan investasi.
Amin mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab moral sebagai putra daerah untuk memperjuangkan kepentingan generasi mendatang.
“Ini beban moral yang paling berat yang harus saya pikul. Tentunya saya berharap apa pun yang terbaik untuk anak-anak Beutong Ateuh akan saya perjuangkan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan dan investasi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang ke depan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum, kelestarian lingkungan, kearifan lokal, adat istiadat, serta keberadaan situs yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Amin juga mengatakan dukungan yang dituangkan dalam petisi menunjukkan adanya dukungan dari sebagian besar masyarakat yang menandatangani petisi terhadap rencana investasi di wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
“Dengan didukung oleh 76,2 persen masyarakat di Beutong Ateuh yang telah menandatangani investasi ini menunjukkan bahwa masyarakat senang dengan masuknya investasi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang,” pungkasnya.
Komisi III Tampung Aspirasi
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya telah menerima dan menampung aspirasi yang disampaikan tokoh masyarakat Beutong Ateuh Banggalang terkait pembangunan daerah melalui investasi.
“Sebagai wakil rakyat, kami telah menampung aspirasi kawan-kawan dari Beutong Ateuh Banggalang terkait investasi yang masuk ke wilayahnya. Insyaallah, kami siap membantu kalau itu memang keinginan mayoritas masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang,” ungkap Habiburrahman. (*)
