KETIK, JOMBANG – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pertama di abad kedua tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Sebanyak 1.500 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berdiri di sepanjang jalan kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi Muktamar.
Ketua Panitia Muktamar NU, Saifullah Yusuf, mengatakan keberadaan ribuan stan UMKM tersebut menjadi bagian dari dukungan penyelenggaraan Muktamar sekaligus upaya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Sebagai bagian dari dukungan penyelenggaraan, saat ini ada 1.500 stan UMKM telah berdiri di sepanjang jalan kawasan pesantren," kata Saifullah.
Menurutnya, aktivitas ekonomi tersebut berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan Pasar Muktamar yang digelar pada 20-31 Agustus 2026.
Selain stan UMKM, kawasan tersebut juga dilengkapi panggung budaya dan pasar malam. Dengan konsep tersebut, Muktamar NU di Tambakberas diharapkan tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi lokal.
"Pasar Muktamar yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 31 Agustus tahun 2026 ini juga dilengkapi dengan panggung budaya dan pasar malam, sehingga Muktamar ini tidak hanya menjadi forum organisasi tetapi ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," pungkasnya. (*)
.png)