Dari KH Hasyim Asy’ari hingga KH Miftachul Akhyar, Inilah 11 Rais Aam NU Sepanjang Sejarah

31 Agustus 2026 11:00 31 Agt 2026 11:00

Hanifuddin Musa, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari KH Hasyim Asy’ari hingga KH Miftachul Akhyar, Inilah 11 Rais Aam NU Sepanjang Sejarah

KH Miftachul Akhyar dan KH Makruf Amin Rais Aam PBNU pejabat Rais Aam PBNU dari masa ke masa. (Foto: Repro Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan jabatan tertinggi dalam struktur Syuriyah NU. Sejak NU berdiri pada 1926, posisi Rais Aam diisi oleh para ulama besar yang menjadi rujukan umat.

Berdasarkan data yang dihimpun Ketik.com, berikut daftar Rais Aam NU dari masa ke masa.

1. KH Hasyim Asy’ari (1926–1947)

Pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, menjadi Rais Aam pertama NU. Ulama asal Jombang, Jawa Timur, ini dikenal sebagai tokoh pesantren yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Indonesia.

Di masa kepemimpinannya, NU ikut berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

2. KH Abdul Wahab Chasbullah (1947–1971)

Setelah wafatnya KH Hasyim Asy’ari, posisi Rais Aam dilanjutkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Ia merupakan salah satu pendiri NU yang dikenal sebagai ulama penggerak dan pencetus gagasan penting dalam perjalanan organisasi.

Pada masa kepemimpinannya, NU mengalami dinamika besar, termasuk ketika NU menjadi partai politik pada Pemilu 1955.

3. KH Bisri Syansuri (1971–1980)

KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU, melanjutkan kepemimpinan Rais Aam setelah KH Abdul Wahab Chasbullah wafat.

Ulama asal Jombang ini dikenal sebagai ahli fikih yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan pesantren dan penguatan tradisi keilmuan NU.

4. KH Ali Maksum (1980–1984)

KH Ali Maksum dari Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, menjabat Rais Aam pada masa penting ketika NU melakukan perubahan besar.

Pada periode ini, NU kembali ke Khittah 1926 melalui Muktamar NU ke-27 di Situbondo tahun 1984, yang menegaskan NU kembali menjadi organisasi sosial keagamaan.

5. KH Ahmad Siddiq (1984–1991)

KH Ahmad Siddiq dikenal sebagai ulama yang merumuskan konsep Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan hubungan NU dengan negara Pancasila.

Pemikirannya menjadi salah satu fondasi penting bagi NU dalam menerima Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara.

6. KH Ali Yafie (1991–1992)

KH Ali Yafie menjadi Rais Aam dalam periode singkat setelah wafatnya KH Ahmad Siddiq. Ia dikenal sebagai ulama ahli fikih dan salah satu tokoh penting dalam perkembangan pemikiran Islam Indonesia.

7. KH Ilyas Ruhiat (1992–1999)

KH Ilyas Ruhiat dari Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, memimpin NU pada masa transisi politik nasional menjelang dan setelah reformasi 1998.

8. KH MA Sahal Mahfudh (1999–2014)

KH Sahal Mahfudh menjadi Rais Aam NU selama beberapa periode. Ulama asal Kajen, Pati, ini dikenal dengan gagasan fikih sosial, yaitu pendekatan keagamaan yang menjawab persoalan masyarakat.

Di masa kepemimpinannya, NU semakin memperkuat peran sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

9. KH Mustofa Bisri (2014–2015)

KH Mustofa Bisri atau Gus Mus terpilih sebagai Rais Aam dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang. Namun, ia kemudian mengundurkan diri dan posisi Rais Aam dilanjutkan melalui mekanisme organisasi.

10. KH Ma’ruf Amin (2015–2018)

KH Ma’ruf Amin terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU ke-33. Ia dikenal sebagai ulama yang aktif dalam persoalan keumatan dan kebangsaan.

Pada 2019, KH Ma’ruf Amin terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

11. KH Miftachul Akhyar (2018–2026-sekarang)

KH Miftachul Akhyar dari Surabaya memimpin NU sebagai Rais Aam setelah penunjukan melalui mekanisme organisasi.

Ia dikenal sebagai ulama pesantren yang menekankan pentingnya menjaga tradisi Aswaja dan nilai-nilai kebangsaan.

Dan saat ini di Muktamar ke-35 NU Tambakberas, Jombang, KH Miftachul Akhyar kembali terpilih menjadi Rais Aam masa khidmat 2026-2031. Sehingga ia kembali dipercaya menjadi nahkoda NU untuk yang lebih baik. (*)

Tombol Google News

Tags:

nahdlatul ulama nu Rais Aam PBNU