KETIK, MALANG – Perjalanan hidup Makhrus Sholeh sebagai pengusaha sukses asal Kabupaten Malang tak lepas dari pendidikan karakter yang diterimanya sejak kecil melalui Gerakan Pramuka.
Bagi Makhrus yang merupakan bos Turen Indah Property ini, nilai-nilai Dasa Darma Pramuka bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman hidup yang membentuk kepribadian, gaya kepemimpinan, hingga cara mengelola bisnis.
Mahrus mengisahkan, dirinya mulai mengenal Pramuka saat duduk di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kala itu, ia dipilih guru pembinanya, Subandi, untuk mengikuti perkemahan tingkat Kabupaten Malang meski kemampuan membaca dan menulisnya masih terbatas.
"Di situlah saya mulai belajar bagaimana hidup jujur, bekerja sama, saling membantu, dan membangun karakter. Nilai-nilai itu terus melekat sampai sekarang," ujar Makhrus kepada Ketik.com.
Lebih lanjut pemilik Ocean Garden Resto ini, seluruh isi Dasa Darma Pramuka memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai pertama tentang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, misalnya, telah membentuk kebiasaan beribadah yang tetap dijaganya hingga kini.
"Sesibuk apa pun kegiatan Pramuka waktu itu, salat tidak pernah ditinggalkan. Itu sudah menjadi kebiasaan sejak kecil," katanya.
Nilai kedua, yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, menjadi prinsip yang dibawanya ketika memimpin perusahaan. Ia mengaku selalu berusaha memperhatikan kesejahteraan para karyawan sehingga banyak pegawainya bertahan bekerja lebih dari dua dekade.
"Saya menganggap karyawan bukan sekadar pekerja, tetapi bagian dari keluarga. Mungkin itu sebabnya tingkat keluar masuk pegawai di perusahaan saya sangat rendah," ungkapnya.
Tak hanya dalam dunia usaha, semangat rela menolong yang diajarkan Pramuka juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial. Bahkan sebelum adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Mahrus mengaku rutin mengirim makanan kepada warga lanjut usia di sekitar tempat usahanya.
Karena itu pula, ketika pemerintah meluncurkan program MBG, dirinya langsung ikut berpartisipasi tanpa terlalu memikirkan keuntungan.
"Waktu itu niat saya membantu. Bahkan sebelum operasional berjalan normal, kami membiayai semuanya sendiri. Saya yakin itu salah satu pengaruh pendidikan Pramuka yang mengajarkan rela menolong dan tabah," tuturnya.
Sebagai pemimpin perusahaan, Makhrus juga menerapkan nilai musyawarah yang diperoleh dari Pramuka. Meski menjadi pimpinan, ia selalu membuka ruang diskusi dan menghargai pendapat seluruh tim sebelum mengambil keputusan.
"Sebagai pemimpin bukan berarti pendapat saya yang paling benar. Semua harus dimusyawarahkan," katanya.
Nilai hemat, cermat, dan bersahaja juga masih dipegang teguh hingga sekarang. Menurutnya, kesuksesan tidak harus ditunjukkan dengan kemewahan.
"Saya tidak memakai jam mewah atau perhiasan mahal. Bukan karena tidak mampu, tetapi memang tidak perlu. Hidup sederhana itu lebih penting," ujarnya.
Selain disiplin dan bertanggung jawab, Mahrus menilai seluruh Dasa Darma Pramuka telah menjadi "guiding system" atau kompas hidup yang tertanam dalam alam bawah sadarnya.
"Bahasa manajemennya, ini sudah masuk ke subconscious saya. Jadi seperti sistem yang mengarahkan setiap keputusan dalam hidup. Itu yang memperbesar peluang saya untuk sukses sekaligus meminimalkan risiko," jelasnya.
Dibalik perjalanan panjang tersebut, Makhrus juga masih mengingat pengalaman lucu saat mengikuti perkemahan. Salah satunya ketika dirinya telah berlatih berminggu-minggu menjadi pemimpin upacara pembukaan, namun pada hari pelaksanaan justru diganti orang lain.
Kesempatan memimpin baru datang saat upacara penutupan, tetapi ia justru membacakan naskah pembukaan hingga menjadi perhatian seluruh peserta.
"Itu momen yang paling saya ingat. Malu, tapi sekarang jadi kenangan yang tidak terlupakan," katanya sambil tertawa.
Gus Makhrus berpesan kepada para anggota Pramuka, khususnya generasi muda di Kabupaten Malang, agar tidak menganggap Dasa Darma hanya sebagai materi hafalan.
Ia berharap setiap nilai dalam Dasa Darma dipahami secara mendalam, dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, lalu ditularkan kepada orang lain.
"Orang sukses itu dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan baik. Dasa Darma Pramuka mengajarkan kebiasaan baik tersebut. Kalau dijalankan dengan sungguh-sungguh, insya Allah akan menjadi bekal meraih kesuksesan di masa depan," tuturnya. (*)
Sosok Makhrus Sholeh, Pengusaha Sukses Asal Malang Aktif di Pramuka Sejak Kecil
3 Juli 2026 13:23 3 Jul 2026 13:23
Hanifuddin Musa, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Makhrus Sholeh bersama HM Arum Sabil (Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur) dan Kiagus Firdaus (Sekretaris I Kwarda Pramuka Jawa Timur). (Foto: Naufal/Ketik.com)
Tags:
Makhrus Sholeh Pengusaha Malang Kabupaten Malang PramukaBaca Juga:
Dilantik Langsung Dihadiri Menko Zulhas, Ini Sosok Gus Makhrus yang Nakhodai GAPEMBI Jatim!Baca Juga:
Hadiri HUT ke-3 Ketik, H Makhrus Sholeh Harap Ketik.com Jadi Media Inspirasi KebaikanBerita Lainnya oleh Hanifuddin Musa
3 Juli 2026 13:51
Jadwal Piala Dunia Argentina vs Tanjung Verde: Raksasa Dunia Tantang Debutan di 32 Besar
3 Juli 2026 13:23
Sosok Makhrus Sholeh, Pengusaha Sukses Asal Malang Aktif di Pramuka Sejak Kecil
3 Juli 2026 13:15
Jadwal Piala Dunia Sabtu 4 Juli: Argentina, Kolombia dan Australia Siap Tempur
3 Juli 2026 11:27
Gagal Gasak Motor Trail di Gondanglegi Malang, Pelaku Babak Belur Diamuk Warga
3 Juli 2026 11:20
SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 Gelombang IV 2026 untuk Tiga Kampus Baru
.png)