KETIK, JAKARTA – Nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra kembali menjadi sorotan setelah dipercaya memimpin PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI).
Pria yang lebih dikenal dengan nama Ari Askhara tersebut resmi menjabat sebagai Direktur Utama HUMI sejak 14 Januari 2026.
Penunjukan itu diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) HUMI. Dalam keputusan tersebut, Ari Askhara menggantikan Tirta Hidayat sebagai Direktur Utama.
Saat ini, Ari juga tercatat menjabat sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk. (GTSI).
Sebelumnya, ia pernah memimpin sejumlah perusahaan dan menduduki berbagai posisi strategis di sektor perbankan, keuangan, BUMN, transportasi, hingga energi.
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971.
Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana Master of Business Administration dengan konsentrasi International Finance di Universitas Indonesia pada 2001.
Dengan latar belakang tersebut, Ari mengawali perjalanan profesionalnya di sektor perbankan.
Ia memulai karier di Bank Ekspor Impor Indonesia pada 1994 dan berada di sana hingga 1999.
Setelah itu, kariernya berlanjut di sejumlah institusi keuangan internasional, termasuk Deutsche Bank, Barclays Capital, Standard Chartered Singapore, dan ANZ Bank Indonesia.
Pengalaman di sektor keuangan kemudian membawa Ari Askhara masuk ke jajaran manajemen sejumlah BUMN.
Ia pernah menduduki posisi strategis di PT Bank Mandiri, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Pelindo III.
Di PT Wijaya Karya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem.
Sementara di Pelindo III, Ari dipercaya menjadi Direktur Utama mulai 2017. Sebelumnya, ia pernah menjabat Direktur Keuangan Pelindo III.
Dari Pelindo III, Ari kembali ke Garuda Indonesia. Ia sebelumnya pernah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia pada 2014-2016.
Pada September 2018, Ari kemudian ditunjuk menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Pahala Mansury.
Perjalanan Ari Askhara sebagai pimpinan Garuda Indonesia kemudian berakhir pada Desember 2019.
Ia dicopot dari jabatan Direktur Utama setelah muncul kasus penyelundupan barang mewah menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900.
Barang yang ditemukan antara lain sepeda motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton.
Kasus tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum. Sejumlah sumber mencatat Ari kemudian dijatuhi hukuman pidana dalam perkara tersebut.
Setelah meninggalkan Garuda Indonesia, Ari Askhara kembali menjalani karier di dunia usaha dan keuangan.
Sebelum ditunjuk sebagai Dirut HUMI, ia tercatat pernah menjadi Partner PT TRG Investama, Senior Partner Business Finance di Barid Consultant, serta CEO PT Sarana Bali Dwipa Jaya. (Humi)
Ia juga dipercaya menjadi Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk. (GTSI), perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut dan energi.
Posisi tersebut membuat pengalaman Ari kembali bersinggungan dengan sektor maritim dan energi.
Pada awal 2026, Ari kembali mendapat kepercayaan memimpin perusahaan besar. Melalui RUPSLB 14 Januari 2026, pemegang saham HUMI mengangkatnya sebagai Direktur Utama.
HUMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi energi dan infrastruktur maritim.
Dalam pernyataan perusahaan setelah pergantian manajemen, Ari menyampaikan bahwa HUMI ke depan akan fokus pada pertumbuhan pendapatan yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, serta diversifikasi usaha berkelanjutan.
Ia juga ingin mengembangkan HUMI sebagai perusahaan penyedia integrated maritime and energy logistics, bukan sekadar perusahaan pemilik kapal.
Selain pertumbuhan bisnis, Ari menekankan pentingnya efisiensi biaya operasional, pendanaan, dan keuangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan serta kualitas pelayanan kepada pelanggan.
HUMI di bawah kepemimpinannya juga menyatakan komitmen terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk upaya mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan dari kegiatan pelayaran.
Riwayat Jabatan
Berikut sejumlah posisi penting yang pernah dijalani I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra:
1994-1999: Bank Ekspor Impor Indonesia
2005: Bank Mandiri
2008: Deutsche Bank dan Barclays Capital
2011: Standard Chartered Singapore
2012: PT Amstelco/Petrosaudi PE
2014: ANZ Bank Indonesia
2014-2016: Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia
2016: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
2017: Direktur Utama PT Pelindo III
2018: Direktur Utama Garuda Indonesia
2023: Partner PT TRG Investama
2026: Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk dan Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk.(*)
