KETIK, MALANG – Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menggandeng Universitas Islam Malang (Unisma) untuk menggelar pelatihan literasi kebangsaan pada 9 Juni 2026. Pelatihan tersebut dilengkapi dengan pembelajaran inovatif bagi mahasiswa Unisma untuk menguatkan kapasitas generasi muda.
Saat ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari aspek sosial, budaya, hingga teknologi di era digital. Untuk itu, mahasiswa dari FKIP dan FH Unisma turut bergabung dalam penguatan karakter tersebut.
Ketua Tim Pengabdian dari Fakultas Filsafat UGM, Arqom Kuswanjono, menjelaskan bahwa mahasiswa didorong untuk memiliki kepribadian yang kritis, kreatif, adaptif, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai Pancasila maupun kehidupan demokratis.
“Kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kematangan karakter dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa perlu menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang cerdas, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Di era digital saat ini, generasi muda dihadapkan pada tantangan berupa penyebaran disinformasi, polarisasi sosial, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Oleh karena itu, mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan literasi digital yang baik serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Dalam pelatihan ini, kami membahas berbagai tema strategis, antara lain pembelajaran abad ke-21, penguatan Profil Pelajar Pancasila, pemanfaatan teknologi digital dan AI, pengembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta penyusunan proyek sosial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ia berharap mahasiswa dapat menyadari perannya sebagai bagian dari generasi yang menentukan arah masa depan bangsa. Sinergi yang terjalin antara UGM dan Unisma pun diharapkan mampu menjaga nilai kemanusiaan dan memperkuat persatuan bangsa.
“Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan gagasan, nilai, dan harapan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda,” pungkasnya.
.png)