Kemenlu RI Sebut Sembilan WNI yang Ditahan Israel Alami Kekerasan, Ditendang hingga Disetrum

22 Mei 2026 10:39 22 Mei 2026 10:39

Hanifuddin Musa, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemenlu RI Sebut Sembilan WNI yang Ditahan Israel Alami Kekerasan, Ditendang hingga Disetrum

Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan aparat Israel telah dibebaskan. (Foto: Ig Kemenluri)

KETIK, JAKARTA – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh otoritas militer Israel mengaku mengalami kekerasan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, Jumat 22 Mei 2026.

Darianto mengatakan bahwa, selama ditahan, WNI ini dikatakan dapat penyiksaan oleh aparat. "Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,” kata Darianto dalam video yang dibagikan Menlu RI Sugiono di Instagram, Jumat 22 Mei 2026.

Walaupun mendapat kekerasan oleh aparat, namun sembilan WNI tersebut dikatakan dalam keadaan sehat walafiat. Saat ini mereka sedang pengurusan dokumen pemulangan ke tanah air.

"Sembilan saudara kita yang tergabung dalam GSF atau Global Sumud Flotilla dalam keadaan sehat walafiat," katanya.

Aktivis kemanusiaan dan jurnalis ini yakni Andi Angga Prasadewa. Ia ditangkap di Kapal Josef saat hendak menuju Gaza di perairan Siprus pada Senin, 18 Mei 2026 lalu.

Kemudian Rahendro Herubowo, ia ditangkap di Kapal Ozgurluk saat menuju Gaza. Lalu Andre Prasetyo Nugroho, ia ditangkap di Kapal Ozgurluk, dan Thoudy Badai ditangkap di Kapal Ozgurluk yang sama-sama menuju Gaza.

Berikutnya ada Bambang Noroyono (Abeng), ia ditangkap di Kapal BoraLize. Kemudian Herman Budianto Sudarsono, ia ditangkap di Kapal Zapyro. Keduanya juga sama-sama menuju Gaza.

Kemudian, ada Ronggo Wirasanu, ia ditangkap di Kapal Zapyro. Lalu Asad Aras Muhammad, ia ditangkap di Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo ditangkap di Kapal Kasr-1 yang juga sama-sama menuju Gaza.

Sebagai informasi, ia ditangkap oleh tentara Israel di perairan Siprus pada Senin, 18 Mei 2026 lalu. Kemudian ia dibawa dan ditahan di penjara Ktziot hingga Kamis 21 Mei 2026.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dalam keterangan resminya mengatakan, saat para WNI sedang meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul Turkiye.

"Saat ini (relawan) dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul Turkiye dan akan segera melanjutkan perjalanan ke tanah air," kata Sugiono.

Kemudian ia juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Turkiye atas bantuannya dalam memfasilitasi membantu proses pemulangan ini. (*)

Tombol Google News

Tags:

WNI Wni Dibebaskan Aktivis Dan Jurnalis Penahanan Israel