KETIK, JAKARTA – Kabar duka kembali datang dari Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Salah seorang anggota Polri yakni Aiptu Sumaryanto dikabarkan meninggal dalam operasi penangkapan bandar narkoba di wilayah tersebut.
Aiptu Sumaryanto sebelumnya dilaporkan hilang saat terlibat dalam operasi penangkapan bandar narkoba. Ia kemudian ditemukan meninggal dunia di Sungai Desa Rantau Asem, Minggu, 5 Juli 2026.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan bahwa penemuan jenazah Aiptu Sumaryanto dilaporkan Babinsa Rantau Asem. Ia ditemukan 4 kilometer dari lokasi operasi.
"Sekitar pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam bahwasanya ada mayat di Sungai Desa Rantau Asem," katanya.
Setelah mendapat laporan tersebut, tim pencarian bergerak ke lokasi penemuan dan memastikan bahwa mayat tersebut merupakan jenazah Aiptu Sumaryanto.
Dengan ditemukannya jenazah Aiptu Sumaryanto, total ada tiga anggota Polri yang gugur dalam operasi penangkapan bandar narkoba berinisial BIO di Desa Tumbang Kalemei.
Sebelumnya, ada dua anggota Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas. Keduanya adalah Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana.(*)
.png)