KETIK, MALANG – Banyak produk UMKM di Kota Malang yang berhasil menembus pasar ekspor. Dari keberhasilan tersebut, potensi perputaran ekonomi daerah ditaksir mencapai Rp5 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. Ia menjelaskan produk UMKM, khususnya sektor kuliner seperti keripik hingga sambal, sangat diminati oleh pasar global.
"Dari sekitar 76 UMKM yang ada, perputaran nilainya sampai tahun ini bisa sampai Rp5 miliar," ujar Eko, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Produk-produk UMKM dari Kota Malang tercatat telah diekspor ke berbagai negara, seperti Malaysia, Selandia Baru, hingga kawasan Timur Tengah. Selain kuliner, sektor kriya dan konveksi juga terus menyedot minat pasar internasional.
"Dengan UMKM yang berhasil ekspor produk mereka, tentu akan berpengaruh ke serapan tenaga kerjanya, meningkat kan," lanjutnya.
Guna meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk UMKM agar siap bersaing di mancanegara, Pemkot Malang terus memberikan berbagai stimulus. Langkah tersebut meliputi kemudahan perizinan, menghubungkan dengan jejaring, hingga fasilitasi di sektor bea dan cukai.
"Memang harus ada kelengkapan perizinan, kemudian sertifikat halal, dan banyak item yang harus dipenuhi agar dapat ekspor," kata Eko.
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Eko menilai terdapat kenaikan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Kenaikan ini dinilai berbanding lurus dengan semakin bertambahnya variasi produk UMKM Kota Malang yang berhasil menembus pasar ekspor.
"Makanya di Malang ini, dari tahun 2025 itu pertumbuhan ekonomi kita kan 5,92, kemudian Jawa Timur 5,33, nasional itu 5,11. Sehingga kita masih tetap tertinggi di nasional sama Jawa Timur," pungkasnya. (*)
