FIA UB Hadirkan Mindfulness Corner, Jadi Upaya Preventif Atasi Permasalahan Mahasiswa

18 September 2026 19:30 18 Sep 2026 19:30

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail FIA UB Hadirkan Mindfulness Corner, Jadi Upaya Preventif Atasi Permasalahan Mahasiswa

Mindfulness Corner yang dimiliki FIA UB untuk mengatasi permasalahan mahasiswa. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) telah menghadirkan Mindfulness Corner, ruang pendampingan dan konseling bagi mahasiswa. Mindfulness Corner menjadi upaya preventif kampus untuk mengatasi permasalahan yang sedang dialami mahasiswa dengan beragam fasilitas.

Rektor UB, Prof Widodo menjelaskan banyak layanan untuk menangani persoalan kesehatan mental. Di sana mahasiswa juga dapat berkonsultasi tentang permasalahan akademik, karier, minat bakat, maupun pengembangan diri.

“Mindfulness Corner ini akan digunakan oleh mahasiswa yang membutuhkan bantuan, konsultasi, pengembangan karir, hingga tekanan emosional supaya dapat berdiskusi,” ujarnya, Jumat, 18 September 2026.

Tak hanya layanan konseling, mahasiswa yang menghadapi kekerasan seksual maupun perundungan pun akan mendapat pendampingan dari ULTKSP. Sedangkan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan karier, akan dipetakan minat dan bakatnya melalui tes.

Dekan FIA, Prof Hamidah Nayati Utami menjelaskan Mindfulness Corner dilengkapi fasilitas stress release agar mahasiswa dapat beraktivitas di luar akademik. Aktivitas yang dapat dilakukan mahasiswa mulai dari merajut, melukis, bermain dakon, dan lainnya.

“Melalui Mindfulness Corner ini semoga mahasiswa semakin nyaman, karena di dalam juga difasilitasi stress release. Jadi mahasiswa yang dirasa membutuhkan saran atas permasalahan, nanti yang menangani konselornya langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Konseling FIA UB, Dr Sunarti menjelaskan banyak mahasiswa yang menyampaikan permasalahan akademik ketika konsultasi. Konselor pun turut membantu mahasiswa untuk memahami situasi yang tengah dihadapi secara lebih objektif.

Mahasiswa diajak melakukan identifikasi kekhawatiran yang dirasakan. Dengan cara tersebut, diharapkan mahasiswa dapat membedakan antara kondisi yang sedang dihadapi dengan kekhawatiran pada sesuatu yang belum terjadi.

“Saya sering bertanya ke mahasiswa, itu cara menanganinya. Misal ada yang curhat gak sanggup, maka saya tanya dan berikan penjelasan supaya tidak overthinking,” ungkap Sunarti. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mindfulness Corner FIA UB Universitas Brawijaya Mahasiswa UB kesehatan mental