Wamenag RI Minta Investigasi Penyebab Santri Keracunan MBG di Sidoarjo

6 September 2026 00:25 6 Sep 2026 00:25

Fitra Herdian, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Wamenag RI Minta Investigasi Penyebab Santri Keracunan MBG di Sidoarjo

Wamenag RI, Romo H. R. Muhammad Syafi'i, saat menjenguk santri korban keracunan MBG di RSUD R.T. Notopuro, Sidoarjo. (Foto: Humas Kemenag Jatim)

KETIK, SIDOARJO – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI), Romo H. R. Muhammad Syafi'i melakukan kunjungan kepada para santri Ponpes Manbahul Hikam yang dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat, 4 September 2026.

Usai bertemu para santri, Wamenag mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima, keluhan para santri berkaitan dengan menu telur dan sayuran. Kendati demikian, penyebab kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

"Yang perlu kami pastikan adalah penyebabnya apa. Apakah proses memasaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam juknis. Ini yang perlu kami selesaikan," tegasnya dikutip dari keterangan tertulis.

Dengan adanya peristiwa ini, ia mendorong evaluasi, namun bukan mempertanyakan keberlanjutan program MBG. Evaluasi yang ia maksud memastikan kualitas, keamanan dan standar pengolahan makanan bagi para penerima manfaat.

“Bukan investigasi yang masuk ke wilayah perlu atau tidaknya MBG, tetapi kita ingin mengetahui ada apa. Apalagi dari dapur yang sama, untuk anak-anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, baru terjadi hari ini. Tentu harus ada investigasi,” tegasnya.

Wamenag RI juga menyampaikan, pihaknya melalui Kemenag RI mendorong agar semakin banyak pesantren dan madrasah memperoleh manfaat program MBG.

Bahkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk untuk menjangkau lembaga pendidikan yang berada di wilayah terpencil.

“Kami sedang ngebut agar tidak ada lagi pesantren yang tidak mendapat jatah MBG, termasuk madrasah. Kita terus berkomunikasi dengan kepala BGN yang baru. Kita berharap tahun ini tidak ada lagi madrasah dan pesantren yang tidak mendapat manfaat makan gratis dari MBG,” katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan Wamenag, 42 persen dari pesantren sasaran telah memperoleh manfaat MBG. Cakupan tersebut akan terus ditingkatkan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. (*)

Tombol Google News

Tags:

wamenag ri Romo Muhammad Syafi'i Muhammad Syafi'i Keracunan MBG MBG Sidoarjo Manbahul Hikam Ponpes Manbaul Hikam RSUD Notopuro Kabupaten Sidoarjo program MBG Makan bergizi Kemenag RI Badan Gizi Nasional berita sidoarjo info sidoarjo