KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengambil langkah progresif untuk menggenjot angka konsumsi ikan di tengah masyarakat.
Melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN), pemkab memperkuat strategi gizi keluarga guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, sekaligus mempercepat penuntasan stunting di Bumi Gayatri.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, S.E., saat membuka Sosialisasi FORIKAN Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 di Lapangan Tenis Indoor Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Kamis 5 November 2026.
Di hadapan sekitar 340 pesert yang terdiri atas pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa, pengurus Forikan, serta pemangku kepentingan terkait, Yuyun menekankan bahwa FORIKAN bukan sekadar wadah seremonial.
Lebih dari itu, forum ini adalah motor penggerak lintas sektor untuk menaikkan minat makan ikan sekaligus mendongkrak ekonomi kerakyatan.
Tantangan Tingkat Konsumsi
Meski sektor perikanan Tulungagung memiliki potensi yang melimpah, baik dari budidaya, perikanan tangkap, maupun pengolahan hasil fakta di lapangan menunjukkan tantangan tersendiri.
Berdasarkan data 2025, angka konsumsi ikan di Tulungagung masih berada di angka 19,29 kilogram per kapita per tahun.
Angka ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang menyentuh 22,15 kilogram per kapita per tahun.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa potensi besar ini harus diiringi dengan kesadaran kolektif masyarakat.
"Peningkatan produksi perikanan wajib sejalan dengan edukasi gizi. Ikan adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi yang krusial untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak," ungkap Suyanto.
PKK Jadi Ujung Tombak Gemarikan
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) digalakkan secara masif.
Yuyun mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, bayi, and anak-anak.
“Jadikan TP PKK sebagai ujung tombak Gemarikan. Dari kabupaten kita gerakkan kecamatan, dari kecamatan kita kuatkan desa, dan dari desa kita mulai perubahan di setiap keluarga,” serunya penuh semangat.
Sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan materi dari perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
Melalui sinergi yang solid antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat luas, diharapkan lahir inovasi pengolahan produk perikanan lokal yang lezat, bergizi, dan terjangkau.
Dengan gerakan yang berkelanjutan ini, Pemkab Tulungagung optimis target peningkatan gizi keluarga tercapai, kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan terangkat, serta terwujudnya generasi Tulungagung yang unggul dan berdaya saing.(*)
