Tujuh Hari Berjibaku dengan Api dan Asap, Wali Kota Pak Mbois Prioritaskan Kesehatan Relawan di TPA Supit Urang Kota Malang

27 Oktober 2026 20:20 27 Okt 2026 20:20

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tujuh Hari Berjibaku dengan Api dan Asap, Wali Kota Pak Mbois Prioritaskan Kesehatan Relawan di TPA Supit Urang Kota Malang

Relawan dan petugas saat melakukan upaya pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Keselamatan petugas dan juga relawan bertugas memadamkan kebakaran di TPA Supit Urang Kota Malang menjadi perhatian. Pasalnya asap yang terus muncul dapat memengaruhi kondisi kesehatan petugas di lokasi.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan penting untuk memastikan keselamatan dan juga kondisi kesehatan petugas. Salah satunya dengan mengatur pergantian petugas agar tidak terlalu lama berada di area pemadaman. 

"Relawan kita tak hanya dari Kota Malang, ada dari Malang Raya, Surabaya, dan semua kalangan, terus kita bantu. Memang keikhlasan mereka datang ke sana. Mereka tidak dapat terlalu lama berada di tempat sampah. Dalam beberapa jam mereka harus ganti shift," ujarnya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Pergantian shift relawan yang bertugas untuk memadamkan api tersebut dilakukan dalam rentang waktu tertentu sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap di TPA Supit Urang. Sesuai dengan arahan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, petugas harus dapat bergantian setiap 30 menit.

"Dalam beberapa jam mereka harus ganti dengan relawan yang lain agar kondisi pernapasan tidak terdampak. Pesan Ibu Gubernur setiap 30 menit turun. Ini harus memperhatikan kesehatan, keselamatan dan keamanan dari relawan, jangan sampai terjadi korban," lanjutnya.

Pemkot Malang juga telah memastikan kebutuhan konsumsi para petugas agar tetap terpenuhi. Para petugas dan relawan mendapat dukungan konsumsi yang diberikan hingga 4 kali sehari agar dapat memenuhi kebutuhan selama bertugas.

"Makanan kalau dari Pak Sekda tadi menyampaikan, malah kita berikan empat kali sehari ya," katanya.

Wahyu mengaku terus memantau kondisi petugas dan relawan di lapangan setiap harinya. Saat ini sudah hari ketujuh setelah TPA Supit Urang mengalami kebakaran yang cukup besar.

Para petugas pun masih terus memadamkan api yang tersembunyi di dalam tumpukan sampah. Upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing juga telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

"Kita selalu koordinasi dengan BNPB, BPBD provinsi dengan langkah-langkah dalam rangka penanganan. Sekarang aja kita sudah melihat titik apinya juga mulai banyak berkurang. Kita tinggal menuju ke titik-titik tersebut. Doakan ajalah (minggu ini bisa selesai), saya juga ingin lebih cepat lebih baik," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Petugas Pemadam Kebakaran Relawan Pemadam Kebakaran TPA Supit Urang Kota Malang Berita Kota Malang