KETIK, MALANG – Afina Karima berbagi cerita menjadi delegasi untuk UNICEF Global Youth Health Advisory Group di Nairobi, Afrika dalam forum bertajuk Sinergi Pengarusutamaan Gender dan Rencana Kerja UNICEF yang digelar oleh Bappeda Jawa Timur bersama UNICEF pada Selasa, 27 Oktober 2026 di Ijen Suites Resort & Convention Malang.
Dalam forum yang dimoderatori oleh Kiagus Firdaus, CEO Ketik.com, Afina Karima, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga bercerita bahwa ia telah mengikuti organisasi forum anak sejak 2020 yang kemudian ia bergabung di Forum Anak Surabaya hingga saat ini menjadi bagian Forum Anak Jawa Timur dan nasional.
Dari bangku sekolah, ia terus mengikuti kegiatan pengembangan anak di Jawa Timur. Meski konsisten dalam forum anak, Afina masih tetap memenuhi kewajibannya menjadi mahasiswa. Ia mampu membuat organisasi dan perkuliahan berjalan beriringan. Dengan keteladanan Afina, tentunya dapat menjadi contoh bagi Forum Anak di berbagai daerah Indonesia.
Afina menyampaikan bahwa saat ini hingga satu setengah tahun kedepan, ia bergabung dalam Global Youth Health Advisory Group. Dalam organisasi tersebut, ia bertemu dengan 15 pemimpin muda dari berbagai negara.
Di Global Youth Health Advisory Group, Afina diamanahi untuk mendukung Uniport, salah satu platform UNICEF. Ia menyampaikan bahwa forum anak dapat bergabung dalam platform Uniport. Platform ini bertujuan untuk menjaring suara anak.
Afina menegaskan bahwa selama mengikuti Global Youth Health Advisory Group, ia membawa pulang pelajaran global yang sangat penting. Ia membawa segala pengalaman dari teman-teman berbagai negara.
Selama menjadi delegasi UNICEF, ia membawa banyak sekali pelajaran. Di Nairobi, ia mengunjungi kantor PBB. Ia juga belajar terkait advokasi. Menurutnya, anak muda memiliki peran besar dalam mengadvokasi sesuatu, salah satunya adalah isu-isu kesehatan.
Tak hanya itu, ia juga belajar tentang media. Ia menyebut bahwa anak muda harus mengikuti perkembangan media digital. Afina juga mengikuti forum World Health Summit, di mana beberapa pemimpin negar datang untuk menggelar konferensi terkait kesehatan.
Afina juga aktif dalam melakukan sosialisasi imunisasi di berbagai daerah di Indonesia dengan membawa pulang pelajaran dari Nairobi.
"Menurut saya, karena kalau kita cuma berangkat, bersenang-senang, foto-foto, tidak ngapa-ngapain, ya sama aja. Apa saja yang saya pelajari selama di Nairobi kemarin, banyak sekali hal baru di sana yang saya pelajari," ujar Afina.
Ia juga bermimpi untuk bisa membentuk Indonesia, khususnya Jawa Timur dengan peran anak muda. Seperti pada WHS, di mana mereka membuat forum yang narasumber, moderator, panelis, hingga partisipannya adalah anak muda.
"Bagaimana caranya Indonesia, apalagi Jawa Timur, itu bisa seperti itu. Jadi semua ditakeover oleh anak muda," tutur Afina.
Ia juga menjelaskan bahwa ada empat hal yang membuat anak muda ikut berpartisipasi dan memberikan pendapat dalam forum. Pertama, mereka harus terinformasi dengan baik. Kedua, ia menyampaikan bahwa inklusif menjadi suatu hal penting untuk menarik para anak muda.
Ketiga adalah safe atau tempat aman bagi anak-anak, di mana mereka dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan nyaman. Keempat adalah differential, di mana suara anak harus berdampak bagi suatu daerah.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan yang sukses hingga menghadirkan peran anak muda berada pada kolaborasi. Menurut Afina, kolaborasi dengan komunitas membuat forum anak menjadi lebih luas jangkauannya.
Dengan kolaborasi bersama pemerintah, Afina berharap anak-anak Indonesia juga bisa termotivasi untuk keluar negeri dengan membawa nama Indonesia. Tentunya, itu juga dengan dukungan dari pemerintah daerah.
"Saya bermimpi gimana caranya anak-anak muda itu bisa banyak yang keluar, bukan keluar ruangan tinggi, tapi keluar negeri, keluar dari Jawa Timur, walaupun saya kuliahnya masih di Surabaya, tapi harapannya banyak sekali anak-anak muda yang bisa termotivasi dan tentunya dengan dukungan dari pemerintah daerah," jelas Afina.
Afina juga menyampaikan bahwa dengan kolaborasi ini, kegiatan forum anak bisa memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dukungan dari pemerintah juga menjadi faktor utama kesuksesan sebuah organisasi anak.(*)
