Tradisi Bersih Desa Tugu Tulungagung Digelar Khidmat, Warga Doakan Keselamatan dan Keberkahan

4 Mei 2026 22:32 4 Mei 2026 22:32

Sugeng Hariyadi, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tradisi Bersih Desa Tugu Tulungagung Digelar Khidmat, Warga Doakan Keselamatan dan Keberkahan

"Bersih Desa" dengan khidmat. Bertempat di Balai Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, Senin, 4 Mei 2026. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Desa yang berlangsung khidmat di balai desa setempat pada Senin malam, 4 Mei 2026.

Kegiatan ini diisi dengan doa bersama sebagai wujud syukur atas limpahan berkah sekaligus permohonan keselamatan bagi seluruh warga desa.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tugu, Bapak Didik Purno Nugroho, beserta seluruh jajaran perangkat desa.

Turut hadir pula elemen tiga pilar desa yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, LPM beserta anggota, Tim Penggerak PKK dan kader, seluruh Ketua RT/RW, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Simbol Keharmonisan dan Pelestarian Tradisi

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tugu, Didik Purno Nugroho, menyampaikan bahwa agenda Bersih Desa merupakan warisan leluhur yang rutin dilaksanakan setiap tahun. 

Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan melalui kegiatan selamatan dan tumpengan.

"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Mbah Kades dalam sambutanya.

Lebih lanjut Didik mengatakan dalam acara bersih desa ini ada beberapa point penting yakni :

1. Wujud Syukur (Syukuran)

Kegiatan selamatan dan tumpengan yang kita gelar adalah simbol rasa terima kasih kita kepada Sang Pencipta. Kita bersyukur atas hasil bumi yang melimpah, ketentraman yang kita rasakan, serta kesehatan yang diberikan kepada seluruh warga Desa Tugu selama satu tahun ke belakang.

2. Mempererat Silaturahmi (Kembul Bujana)

Malam ini, semua elemen desa berkumpul tanpa sekat. Mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, hingga RT/RW. Nanti, saat kita melaksanakan Kembul Bujana atau makan bersama, itulah simbol bahwa kita adalah satu keluarga besar.

Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah; kita semua setara dalam membangun Desa Tugu yang kita cintai ini.

3. Memohon Perlindungan (Doa Bersama)

Melalui kirim doa leluhur serta pembacaan Yasin dan Tahlil, kita memohon agar desa kita "dibersihkan" dari segala balak, marabahaya, dan penyakit. Kita berdoa agar setahun ke depan, Desa Tugu senantiasa diberkahi, masyarakatnya rukun, dan pembangunan desa berjalan lancar tanpa hambatan

"Melalui kegiatan ini kami berharap Desa Tugu dijauhkan dari marabahaya dan masyarakatnya semakin sejahtera," pungkas Didik.

Rangkaian Ritual Doa

Prosesi doa bersama berlangsung sangat khusyuk. Acara diawali dengan kirim doa kepada para leluhur desa yang telah berjasa membuka sejarah Desa Tugu. 

Suasana religius semakin kental saat seluruh undangan yang hadir bersama-sama melantunkan Surat Yasin dan Tahlil.

Tradisi ini menjadi puncak acara yang melambangkan kesetaraan, kebersamaan, dan hilangnya sekat sosial antar warga maupun perangkat desa.

Dengan terlaksananya Bersih Desa ini, Pemerintah Desa Tugu berharap semangat gotong royong tetap terjaga demi kemajuan desa di masa yang akan datang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Berdih Desa Doa bersama Pemerintah Desa Tugu Kecamatan Rejotangan Bersih Desa Tugu Rejotangan Tulungagung Tradisi Jawa Didik Purno Nugroho Kearifan lokal Budaya Desa Gotong royong berita tulungagung info tulungagung